Round Up

Barbar Pasutri di Sumbar Ancam Bunuh Korban dan Video Perkosaan Disebar

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 22:33 WIB
Pasangan suami-istri diduga pemerkosa wanita di Bukittinggi, Sumbar, saat diperiksa oleh polisi
Foto: Jeka Kampai-detikcom

Alibi Asmara Ditepis Polisi

AF membantah memerkosa korban.perempuan. Dia beralibi terlibat hubungan asmara dengan korban S.
"Saya mau konfirmasi (klarifikasi) ya, itu bukan pemerkosaan. Saya sudah berhubungan dengannya sudah dua tahun," kata AF.

Tersangka AF 'menyerang balik' korban S. Dia menyebut meminta korban S mengirim foto dan video syur melalui pesan instan. Namun, menurutnya, korban juga sering mengirim konten serupa tanpa diminta.

"Meminta juga ada, tapi dia juga mengirim tanpa diminta," kata AF.

AF juga membantah mengancam akan membunuh orang tua korban S jika tidak memenuhi nafsu bejatnya.

"Mengancam menceraikan istri betul, tapi mengancam untuk membunuh (korban) tidak pernah," katanya.

Ataa alibi tersangka AF, polisi menepisnya dan menegaskan telah mengantongi bukti-bukti.

"Itu kan alibi yang dibangun tersangka, itu kan haknya tersangka mau jawab apa. Kalau kami proses penyidikannya adalah pembuktian sehingga itulah yang terbukti, itulah fakta yang kami dapatkan," kata Kasat Reskrim Polres Bukittingi AKP Chairul Amri Nasution saat dihubungi, Kamis (28/1/2021).

Chairul mengatakan tidak ada masalah dengan pengakuan tersangka tersebut. Dia menuturkan itu hanya alibi.

Chairul menyatakan, di dalam KUHAP ada 5 alat bukti yang sah dalam menetapkan tersangka dan polisi sudah mengantonginya, yakni keterangan saksi, keterangan ahli, keterangan surat, petunjuk, dan keterangan tersangka.

Halaman

(aan/yld)