Kemenangan Calon Tunggal di Pilbup Raja Ampat dan Mansel Juga Digugat ke MK

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 16:56 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi
Gedung Mahkamah Konstitusi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kemenangan calon tunggal Pilbup Kutai Kertanegara, Edi Damansyah-Rendi Solihin, digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, kemenangan calon tunggal di Raja Ampat dan Manokwari Selatan (Mansel) digugat ke MK.

Hal itu tertuang dalam website MK yang dikutip detikcom, Kamis (28/1/2021). Di mana kasus bermula saat KPU Raja Ampat menetapkan Abdul Faris Umlati dan Orideko Iriano Burdam sebagai pemenang pilkada dengan 22.671, sedangkan kotak kosong sebanyak 11.382 suara.

Lembaga Pemantau Papua Forest Watch kemudian menggugat hasil pilkada itu ke MK dan menyampaikan beberapa kajanggalan di pilkada Raja Ampat.

"Perihal Pemohon dinyatakan tidak memenuhi syarat dan tidak mendapatkan sertifikat akreditasi sebagai pemantau pemilihan di Raja Ampat, tidak didasari Peraturan KPU No. 8 Tahun 2017 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Pemantau Pemilihan dan Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020. Padahal dokumen kelengkapan Pemohon sebagai pemantau telah lengkap berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada," kata Muhammad Ruliandi selaku kuasa hukum Forest Watch.

Menurut pemohon, selisih perolehan suara tersebut disebabkan adanya kecurangan yang terencana, sistematis dan masif di seluruh wilayah Kabupaten Raja Ampat. Ia menegaskan bahwa seluruh proses Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Raja Ampat Tahun 2020 bertentangan dengan asas pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia, serta jujur dan adil.

Adapun hasil pilkada Manokwari Selatan yang digelar dengan calon tunggal juga digugat. Calon tunggal Markus Waran-Wempi Welly Rengkung meraih 26.871 suara disedangkan kotak kosong sebesar 2.003 suara.

Pemohon, Seblum Mandacan, memohon MK membatalkan penetapan KPU Manokwari Selatan terhadap hasil perolehan suara Pilkada Manokwari Selatan Tahun 2020. Menurut pemohon, adanya calon tunggal dalam Pilkada Manokwari Selatan, dalam hal ini paslon, diperoleh secara bebas tanpa tantangan apapun karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Termohon, yang ikut menciptakan adanya calon tunggal pada Pemilihan Bupati Manokwari Selatan Tahun 2020.

"Adanya calon tunggal yang meraih suara terbanyak di Kabupaten Manokwari Selatan tersebut disebabkan karena Termohon melakukan penyimpangan pada tahapan penyelenggaraan Pemilihan Bupati Manokwari Selatan Tahun 2020 yang sangat prinsip, yakni tidak menyelengarakan tahapan pemilihan secara jujur dan adil," kata Seblum, yang mendaftar pilbup tapi tidak diloloskan oleh KPU.

(asp/aud)