Ingin Pilkada 2022 Digelar, PKS Nilai Tak Cuma Anies yang Diuntungkan

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 16:32 WIB
Bukhori Yusuf.
Bukhori Yusuf (Foto: dok. DPR)

Tak hanya itu, Mardani juga menilai Anies sebagai salah satu tokoh terbaik Indonesia. Dia mempersilakan agar semua tokoh menyiapkan diri untuk Pilpres 2024.

"Anies Baswedan salah satu tokoh terbaik Indonesia. Wajar kalau PKS menjaganya, tapi PKS juga berusaha menghadirkan kader internal di 2024. Intinya, semua tokoh terbaik, monggo menyiapkan diri untuk 2024 dan biar masyarakat yang menilai," sebut Mardani.

Seperti diketahui, sejumlah pengamat politik menilai ada sejumlah partai yang mencari atau mempertahankan jagoannya untuk Pilpres 2024. Salah satunya melalui jalur awal, yakni Pilkada 2022.

Nama Anies pun disebut dipertahankan partai tertentu untuk maju pada capres 2024. Mengawali pencapresan itu, Anies dinilai bisa memulai dari Pilkada DKI 2022 jika tetap digelar.

"Jadi ada partai-partai yang mencari jagoan atau mempertahankan jagoan, ya misalnya mau mencari calon presiden baru atau alternatif di luar yang ada sekarang ini melalui Pilkada Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim, terutama Pilkada Jakarta, karena Jakarta lah pilkada rasa pilpres," kata Qodari kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Karena itu, ada partai yang mendorong Pilkada DKI 2022 tetap digelar. Jika ada Anies menang, bisa menjadi tiket untuk Pilpres 2024.

"Tetapi kalau Anies maju, dia dapat panggung pilkada dan apabila menang terpilih kembali, maka akan punya panggung lagi di pemerintahan selama 2 tahun. Mungkin partai-partai yang ingin Anies jadi capres itu mendorong agar Pilkada 2022 dan 2023 tetap ada, dengan kata lain meminta pilkada total serentak mundur dari 2024 jadi 2027," ucapnya.

Senada dengan Qodari, pengamat politik UIN, Adi Prasetyo, menilai Pilkada DKI 2022 menjadi panggung Anies Baswedan. Jika Pilkada 2022 tak digelar, Anies kehilangan panggung untuk 2024.

Halaman

(maa/zak)