Siapa Saja 7 Orang Calon Tersangka Skandal Asabri?

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 11:47 WIB
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.
Foto: Farih/detikcom
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) masih berancang-ancang untuk menjerat tersangka dalam pusaran kasus korupsi pengelolaan keuangan dana investasi di PT Asabri. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) pun turut membocorkan siapa saja inisial nama yang disebut masuk dalam pusaran korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah ini.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan pihak yang diduga terlibat dalam pusaran kasus Asabri berada di mantan direksi Asabri dan pihak swasta. Boyamin pun membeberkan beberapa inisial nama calon tersangka itu.

"Siapa calon tersangka itu. Kalau yang terkait dengan itu ya mantan direksi 2012-2017 dan 2017-2019. Siapa? ya kira-kira beberapa inisial," kata Boyamin dalam keterangan pers, Kamis (28/1/2021).

Boyamin lantas memberikan inisial tiga direksi yang menurutnya bisa berpotensi menjadi tersangka. Kemudian Boyamin juga mengungkap tiga inisial dari pihak swasta, yakni BT, HH, dan JHT. Orang ketujuh masih jadi tanda tanya.

MAKI mendesak Kejagung segera menetapkan tersangka dalam skandal Asabri ini. Jika tidak, pihaknya akan mengajukan ke tahap praperadilan.

"Itu yang saya mendesak pada Kejaksaan Agung untuk segera menetapkan tersangka. Nah, seperti biasa, kalau tidak segera ditetapkan tersangka, saya akan mengajukan gugatan praperadilan," tutur Boyamin.

Boyamin menerangkan pola korupsi di PT Asabri memiliki kesamaan dengan Jiwasraya. Boyamin menduga ada aliran uang di PT Asabri yang dibayar untuk kewajiban kepada Jiwasraya.

"Bahwa pola dugaan korupsi Asabri itu kalau dari pihak swasta saya menduga istilahnya sederhana, menggali lubang dan menggali sumur ini terkait dengan Jiwasraya," katanya.

"Jadi ada dugaan uang-uang dari Asabri dipakai untuk membayar kewajiban kepada Jiwasraya, sementara Jiwasraya itu juga kan sudah menggali lubang. Nah, untuk berusaha menutupi lubangnya itu dan juga bukan menutupi aja gitu, itu sebagian juga bahkan dikeruk lagi, itu malah menggali sumur di Asabri," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengungkap ada tujuh calon tersangka kasus PT Asabri. Namun ia belum menyebutkan ketujuh nama tersangka itu karena masih melakukan pendalaman.

"Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dana investasi PT Asabri periode 2021-2019. Telah dilakukan pemeriksaan 18 saksi, sudah 7 calon tersangka," kata Burhanudin dalam rapat kerja bersama komisi III di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1).

"Dan masih dapat berkembang lagi karena masih dilakukan pendalaman. Belum dapat kami sampaikan nama-nama tersangkanya," lanjutnya.

Kasus dugaan korupsi di PT Asabri diketahui kini ditangani Kejagung. Kejagung resmi menaikkan status penanganan perkara korupsi PT Asabri ke tingkat penyidikan. Jaksa menduga ada investasi pembelian saham yang menyimpang dalam perkara yang diusut itu.

"Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus secara resmi telah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Persero) atau PT Asabri (Persero) periode 2012 sampai 2019," ujar Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Jumat (15/1).

(fjp/isa)