Buka Rakornas Bangga Kencana, Jokowi Minta BKKBN Pakai Komunikasi Kekinian

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 10:37 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penetapan Menteri Sosial Juliari P. Batubara sebagai tersangka
Presiden Jokowi (Rusman/BPMI Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat koordinasi nasional kemitraan Program Bangga Kencana. Dalam sambutannya, Jokowi menekankan mengenai pentingnya peran keluarga bagi sebuah negara.

"Dan apa yang dikerjakan oleh BKKBN sangat strategis bagi masa depan bangsa dan negara kita karena sesungguhnya keluarga adalah tiang negara. Jika setiap keluarga hidup secara berkualitas, Indonesia juga akan berkualitas, Indonesia juga akan sejahtera dan jangan lupa di tengah keluarga yang sejahtera akan lahir keluarga yang sehat, keluarga yang cerdas," kata Jokowi seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (28/1/2021).

Jokowi menjelaskan penduduk Indonesia saat ini didominasi generasi muda yang baru keluarga maupun yang akan berkeluarga. Jokowi juga berbicara mengenai bonus demografi yang nantinya akan didominasi keluarga-keluarga muda.

"Ini kita semuanya harus tahu dan harus menyiapkan betul sehingga pada saat Indonesia emas itu yang muncul itu keluarga-keluarga yang sehat, keluarga-keluarga yang produktif, keluarga-keluarga yang betul-betul memiliki kualitas, karena di tangan merekalah nasib bayi yang lahir maupun yang akan lahir ke depan," ujar Jokowi.

Jokowi kemudian menyampaikan arahannya kepada seluruh jajaran BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Dia ingin BKKBN menggunakan strategi berbeda dalam melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

"Karena kelompok sasaran binaan bapak ibu adalah generasi muda. Keluarga-keluarga muda, yang lebih berkarakter digital semuanya, punya gawai, semuanya punya gadget, semuanya punya HP, dan sering melihat HP, yang aktif di media sosial. Oleh karena itu, metode komunikasi BKKBN juga harus berubah, harus berkarakter kekinian. Penyampaian-penyampaian informasi gunakan media-media yang kekinian. Sehingga sampai pesan itu ke sasaran yang kita inginkan," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjelaskan mengenai sosialisasi ketahanan keluarga. Bagi Jokowi, sosialisasi tak boleh hanya sekadar jumlah anak dan jarak antarkelahiran.

"Membangun ketahanan keluarga secara utuh dalam berbagai bidang, baik bidang kesehatan, bidang ekonomi, pendidikan anak, dan kebahagiaan keluarga. Mulai penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses lingkungan, kesehatan sampai juga terjaganya sumber-sumber pendapatan adalah pilar kesejahteraan dan ketahanan keluarga setiap keluarga Indonesia," imbuh Jokowi.

Selain itu, Jokowi kembali menyampaikan keputusan soal BKKBN yang menjadi ketua pelaksanaan penanganan penurunan angka stunting. Jokowi menargetkan pada 2024 angka stunting turun menjadi 14 persen.

"Jadi target 2024 14 persen itu bukan target yang enteng tetapi kalau kita bekerja dengan serius lapangannya terkuasai, bekerja sama, kolaborasi, saya kira penurunan angka stunting akan bisa kita lakukan secara signifikan," imbuh Jokowi. (knv/imk)