Waket MPR Sebut Sosialisasi Masif & Akurat Kunci Sukses Vaksinasi

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 10:45 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengungkapkan museum memiliki kemampuan untuk membangkitkan kembali idealisme dan nasionalisme bangsa Indonesia.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menegaskan sosialisasi yang transparan dan akurat menjadi salah satu kunci suksesnya proses vaksinasi COVID-19 nasional. Informasi akurat memunculkan pengakuan kredibilitas sehingga menghasilkan empati masyarakat.

"Dengan informasi yang akurat dan masif muncul pengakuan kredibilitas, akhirnya menghasilkan empati dan kepercayaan masyarakat," ujar wanita yang akrab disapa Rerie ini dalam keterangannya, Kamis (28/1/2021).

Pernyataan ini disampaikan Rerie dalam diskusi daring Forum Diskusi Denpasar 12 edisi khusus yang merelay program Media Group News Summit, Indonesia 2021 - Solusi Maju Bersama, bertema Public Health : Vaccine What to Expect. Rerie mengatakan saat ini ada kelompok yang sudah menyadari pentingnya vaksinasi, namun di sisi lain ada kelompok masyarakat yang sejak awal tidak percaya adanya COVID-19 apalagi vaksin.

Data Media Research Center mencatat 46,3% masyarakat tidak yakin vaksinasi mampu mengatasi pandemi. Rerie mengatakan bila problem vaksinasi dihadapi dengan mengedepankan semangat kebangsaan akan lebih mudah untuk mengatasinya.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini menyebut masyarakat diharapkan menempatkan upaya perubahan perilaku dan vaksinasi sebagai bagian dari upaya melindungi bangsa dari virus Corona. Ia menyebut melawan sebaran COVID-19 lewat vaksin dan perubahan perilaku sesuai protokol kesehatan ibarat perang merebut kemerdekaan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin berpendapat yang dibutuhkan saat ini adalah strategi untuk mengubah perilaku masyarakat sebelum dan sesudah pandemi menjadi perilaku sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah paparan COVID-19. Selain itu juga diperlukan perbaikan teknis diagnosa dalam hal testing, tracing, dan isolasi.

"Upaya ini harus menjadi gerakan masyarakat," tegasnya.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Kuntjoro Adi Purjanto berpendapat untuk memperkuat sosialisasi vaksinasi dan penanggulangan COVID-19 dengan memanfaatkan kolaborasi masyarakat dari tingkat RT hingga nasional. Dalam sosialisasi penanggulangan dan vaksinasi COVID-19, ia menyebut gotong-royong antarkomunitas sangat dibutuhkan saat ini.

Dekan FKM Unhas, Aminuddin Syam berpendapat pengendalian COVID-19 selain memerlukan vaksin biologis dengan berbagai merek juga vaksin sosial yang selama ini terus disosialisasikan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun). Dua vaksin itu, menurut Aminuddin, harus secara sinergi dijalankan.

Direktur Eksekutif CSIS, Philips Vermonte menyebutkan ada tantangan dalam pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 secara nasional, yaitu tantangan bidang administrasi dan regulasi, distribusi dan logistik, peran swasta, dan tantangan mengubah mindset secara kultural.

Selain Rerie, Budi Gunadi Sadikin, Kuntjoro Adi Purjanto, Aminuddin Syam, dan Philips Vermonte, hadir dalam diskusi tersebut narasumber Ketua Lembaga Eijkman, Amin Soebandrio, serta panelis di antaranya Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi; dan CEO Halodoc, Jonathan Sudharta.

(ega/ega)