Bima Arya: Masalah RS di DKI Penuh Tak Selesai dengan Penambahan di Bogor

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 08:04 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan sambutan sebelum proses vaksinasi dilakukan di Kota Bogor.
Bima Arya (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bogor -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta pemerintah pusat menambah fasilitas rumah sakit di daerah penyangga DKI agar pasien yang bukan warga Jakarta dapat dirawat di daerah masing-masing. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut penambahan kapasitas RS di daerah bukan solusi atas penuhnya kapasitas RS di Jakarta.

"Saya kira tidak begitu cara pandangnya. Persoalan penuhnya RS di Jakarta belum tentu terselesaikan dengan penambahan kapasitas RS di Bogor," ujar Bima Arya ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/1/2021).

Bima Arya menyebut saat ini Kota Bogor telah menambah RS lapangan serta ruang isolasi di beberapa rumah sakit di Kota Bogor. Keterisian tempat tidur isolasi juga turun.

"BOR (Bed Occupancy Rate) kita telah turun dari 82 ke 69 persen. Tapi tetap saja BOR Jakarta tinggi kan," terang Bima Arya.

Meski begitu, ambang batas BOR atau rasio keterisian tempat tidur, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di angka 60 persen. Jika mengacu hal tersebut, rasio keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di Kota Bogor sudah melebihi batas dari WHO.

Bima Arya mengungkap sebagian pasien Corona yang dirawat di rumah sakit se-Kota Bogor adalah bukan warga Kota Bogor. "40 persen pasien di RS Kota Bogor juga dari luar Kota Bogor," jelas Bima.

Sebelumnya, Ahmad Riza Patria menelepon Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, untuk meminta pemerintah pusat menambah fasilitas rumah sakit di Botabek sehingga pasien COVID-19 dirawat di daerah masing-masing. Ahmad Riza Patria mengatakan selama ini Jakarta melayani pasien COVID-19 yang merupakan warga non-Jakarta. Kisaran pasien non-Jakarta bisa mencapai 30 persen.

"Nah, yang ketiga ini yang mudah-mudahan dalam waktu dekat terus kami koordinasikan. Tadi juga saya bertelepon dengan Pak Menko (Luhut) mudah-mudahan ada penambahan nanti di daerah Botabek. Jadi pemerintah pusat akan membantu mudah-mudahan meningkatkan kapasitas kemampuan dari daerah-daerah di luar Jakarta yaitu Botabek. Apakah rumah sakitnya, nakesnya, ICU, dan sebagainya. Itu harapan kami," ujar Ahmad Riza Patria saat ditemui di TPU Rorotan, Rabu (27/1/2021).

Ahmad Riza Patria berharap ke depannya pemerintah pusat membantu daerah luar Jakarta supaya masing-masing daerah bisa menampung warganya yang terpapar COVID-19 sehingga okupansi rumah sakit di Jakarta menurun.

Selain itu, Ahmad Riza Patria juga meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menambah hotel di Jakarta yang bisa dijadikan tempat untuk isolasi mandiri. Beberapa hotel di Jakarta memang sudah disulap menjadi tempat untuk pasien COVID-19.

(isa/idn)