RPJMD Kota Bogor Direvisi, Bima Arya Tegaskan Visi & Misi Tak Berubah

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 21:33 WIB
Bima Arya
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengubah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2019-2024 setelah berjalan dua tahun. Namun, Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan perubahan RPJMD Kota Bogor bukan mengubah visi dan misi, tetapi perubahan ini diperlukan untuk menyesuaikan indikator-indikator target dengan kondisi saat ini.

"Menjadikan Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga tetap menjadi visi ke depan. Tidak berubah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1/2021).

Bima menyebut perubahan RPJMD bukan untuk mengurangi pagu atau kegiatan, tetapi melihat secara objektif setiap capaian dan kondisi tantangan saat ini dan ke depan, termasuk dalam menghadapi COVID-19.

"Saya ingin membuka paradigma dan persepsi bahwa harus dilihat peluang-peluang yang memungkinkan adanya peningkatan capaian dalam pembangunan. Karena di balik musibah, ada berkah," katanya.

Bima Arya berpendapat hal paling penting dalam proses perencanaan pembangunan di Kota Bogor yakni kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Termasuk pada konsultasi publik ini yang mana bisa mendapatkan masukan dari akademisi, lembaga masyarakat, dan praktisi terhadap pembangunan Kota Bogor yang mungkin luput dari 'kacamata' birokrasi.

Sebagai informasi, salah satu tahapan yang dilaksanakan dalam perubahan RPJMD Kota Bogor yakni dengan menyelenggarakan Konsultasi Publik yang digelar baik secara daring maupun luring di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor hari ini.

"Perubahan RPJMD didasarkan adanya perubahan mendasar dan sisa berlaku RPJMD kurang dari tiga tahun, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 86 Tahun 2017," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Hanafi.

Hanafi mengatakan perubahan mendasar yang terjadi karena adanya perubahan kebijakan nasional dan adanya bencana nasional yang sangat berpengaruh dalam capaian rencana pembangunan di Kota Bogor.

"RPJM Nasional ditetapkan 2020, sementara RPJMD Kota Bogor 2019. Sehingga membutuhkan penyesuaian terhadap kebijakan tersebut serta COVID-19 yang ditetapkan menjadi bencana nonalam," jelasnya.

Untuk diketahui, agenda penyelenggaraan konsultasi publik rancangan awal RPJMD Kota Bogor ini dibagi menjadi tiga hari dengan fokus pembahasan di masing-masing berbeda. Hari pertama, Selasa (26/1) fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hari Kedua, Rabu (27/1) fokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan daya saing daerah berbasis potensi lokal. Sementara hari ketiga, Kamis (28/1) fokus pada reformasi birokrasi dengan narasumber dari Bappenas, Kemenristek, Kemendagri, dan Bappeda Provinsi Jawa Barat. (ncm/ega)