Round-Up

Muncul Opsi Karantina Terbatas Saat Sejuta Kasus Corona Diterabas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 06:31 WIB
Edukasi masyarakat tentang protokol kesehatan mengenai bahaya COVID-19 lewat mural terus dilakukan. Namun kasus COVID-19 di Indonesia telah menembus angka 1 juta.
Mural lawan COVID-19. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Pemerintah menyiapkan langkah khusus usai kasus Corona (COVID-19) tembus sejuta lebih. Muncul opsi karantina wilayah terbatas dan teknisnya masih dibahas lebih lanjut.

Pada hari Rabu (27/1), total kasus Corona di Indonesia menjadi 1.024.298 usai ada tambahan 11.948 kasus positif. Di samping itu, ada tambahan 10.974 kasus sembuh Corona (kumulatif 831.330), dan 387 kasus meninggal (kumulatif 28.855). Adapun kali pertama kasus Corona tembus sejuta terjadi pada hari Selasa (26/1).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung memerintahkan jajarannya untuk membuat strategi penanganan Corona yang lebih baik. Salah satu langkah khusus yang diminta Jokowi dalam penanganan COVID-19 itu adalah karantina terbatas sampai tingkat mikro di lingkup RT dan RW.

"Terutama level hulu, langkah untuk melakukan karantina terbatas, kemudian tracing tracking testing, dan tentu saja protokol kesehatan 3M dan pengobatan pada mereka yang berstatus sebagai penyandang COVID-19," ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (27/1/2021).

Karantina terbatas rencananya akan dilakukan untuk mendalami kasus Corona yang ada di suatu wilayah dan melakukan pemisahan masyarakat dengan kasus positif dengan dilakukan isolasi mandiri atau isolasi kolektif. Namun teknis karantina terbatas ini, kata Muhadjir, masih akan dibahas lebih lanjut.

Menko PMK Muhadjir EffendyMenko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

"(Teknisnya) Kita akan terus atur. Dan sebetulnya Presiden sudah memesan agar sungguh-sungguh diterapkan karantina terbatas, kemudian isolasi mandiri, dan kalau tidak memungkinkan dilakukan isolasi kolektif secara terpusat," ujar Muhadjir yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini.

Langkah lain yang dilakukan pemerintah pusat usai kasus Corona tembus sejuta adalah pengalokasian tempat tidur untuk pasien COVID-19. Menurut Muhadjir, selama ini mayoritas rumah sakit masih belum optimal dalam mengalokasikan tempat tidur dan ruang perawatan untuk pasien COVID-19.

"Yang sudah dilakukan pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin) itu adalah memberikan edaran ke RS agar melonggarkan alokasi bed untuk pengidap COVID-19. Karena ternyata sebagian besar RS termasuk RS pemerintah baru di bawah 15 persen menyediakan bed untuk pasien COVID. Karena itu sudah ada edaran Menkes tinggal bagaimana ditegakkan," tutur Muhadjir.

Strategi lainnya yang diatur untuk menekan laju kasus Corona adalah melandaikan kurva. Seperti apa?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3