Walkot Ungkap Kapasitas Tempat Tidur Pasien COVID di Bekasi Terisi 80%

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 06:30 WIB
Tower 8 dan 9 Wisma Atlet Pademangan dialihfungsi jadi tempat isolasi pasien COVID-19. Area itu diperuntukan untuk pasien COVID-19 tanpa gejala-bergejala ringan
Foto: Pradita Utama
Bekasi -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta pemerintah pusat untuk menambah fasilitas rumah sakit di daerah penyangga (Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang) agar pasien COVID-19 yang bukan warga Jakarta bisa dirawat di daerah masing-masing. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi setuju dengan Ahmad Riza Patria.

Rahmat Effendi mengungkap kapasitas tempat tidur pasien COVID-19 sudah terisi 80%.

"Kalau di Bekasi kan BOR-nya (Bed Occupancy Rate) baru 80%," ujar Rahmat Effendi ketika dihubungi detikcom, Rabu (27/1/2021).

Meski begitu, ambang batas BOR atau rasio keterisian tempat tidur menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di angka 60 persen. Jika mengacu hal tersebut, rasio keterisian tempat tidur pasien COVID-19 di Bekasi sudah melebihi batas dari WHO.

Namun, pria yang akrab disapa Pepen itu menyebut rumah sakit di wilayahnya masih mampu menampung pasien COVID-19.

"Kita masih punya kemampuan untuk menampung," kata Rahmat Effendi.

Di kesempatan yang sama, Rahmat Effendi setuju dengan permintaan Ahmad Riza Patria terkait penambahan fasilitas kesehatan di daerah tetangga Jakarta.

"Kita setuju Kalau pemerintah pusat menambah fasilitas rumah sakit. Dalam kondisi COVID tapi bukan membangun rumah sakitnya ya," tuturnya.

Sebelumnya, informasi mengenai banyaknya pasien Corona yang bukan warga Jakarta dirawat di rumah sakit di Jakarta disinggung oleh Ahmad Riza Patria. Ia mengatakan pasien non-Jakarta di RS Jakarta bisa mencapai 30 persen.

(isa/idn)