Pengacara Ajukan Penangguhan Penahanan Istri Bantu Suami Perkosa Wanita Lain

Jeka Kampai - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 17:54 WIB
Pasangan suami-istri diduga pemerkosa wanita di Bukittinggi, Sumbar, saat diperiksa oleh polisi
YN (berkerudung hitam). (Jeka Kampai/detikcom)
Bukittinggi -

Pengacara mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap YN (40), istri yang diduga membantu suaminya, AF (30), memperkosa wanita lain, S (26). Alasannya, YN punya empat anak kecil dan salah satunya masih menyusui.

"Kami dapat kuasa dari pihak keluarga YN. Mengajukan penangguhan penahanan hanya untuk yang bersangkutan, karena masih harus menyusui bayinya di rumah," kata pengacara YN, M Nur Idris, di Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (27/1/2021).

Idris mengatakan AF dan YN memiliki empat orang anak dan paling besar berusia 12 tahun. Sedangkan anak mereka yang paling kecil berusia 2 tahun.

"Yang paling besar 12 tahun, lalu 10 tahun, 5 tahun, dan 2 tahun. Yang 2 tahun ini masih disusui ibunya," kata Idris.

"Permohonan sudah disampaikan, diajukan ke penyidik. Kita harap bisa dikabulkan," sambungnya.

AF dan YN ditangkap pada Sabtu (23/1/2021). YN diduga membantu suaminya, AF, melakukan pemerkosaan karena diancam akan diceraikan.

Kasus pemerkosaan ini diduga terjadi pada 2020. Korban, S, diduga diperkosa dua kali oleh AF di rumahnya.

"Pada 2020, terjadi perkosaan dua kali. Yang pertama, korban, tersangka sendiri yang membawa ke rumah. Yang kedua kalinya terakhir itu tanggal 11 Desember 2020," kata Kasat Reskrim Polres Bukittingi AKP Chairul Amri Nasution, Selasa (26/1).

Kasus mulai terungkap setelah S melapor ke polisi pada 19 Januari 2021. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pasutri AF dan YN.

Chairul mengatakan istri pelaku menjemput korban untuk ikut ke rumahnya. YN juga diduga memaksa dan mengancam korban.

(haf/haf)