Pasutri Penipu Proyek Fiktif Rp 39 M Ngaku Mantan Mantu Petinggi Polri

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 15:59 WIB
Polda Metro Tangkap Pasutri Pelaku Penipuan Modus Proyek Fiktif
Polda Metro tangkap pasutri pelaku penipuan modus proyek fiktif (Foto:Luqman Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap pasangan suami istri, DK dan KA, tersangka kasus penipuan modus proyek fiktif senilai Rp 39 miliar. Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengaku sebagai mantan menantu petinggi Polri.

"Modus operandinya adalah dia (DK) memperkenalkan diri kepada korban, menyampaikan bahwa dia mantan menantu petinggi Polri sehingga dengan meyakinkan dirinya pada korban kemudian mulai bermain menawarkan proyek-proyek," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Yusri menjelaskan DK berperan untuk membujuk korban, sedangkan istrinya KA menerima transfer dari hasil penipuan. DK bahkan mengganti nama di KTP untuk meyakinkan korban.

"DK ini mengubah KTP-nya, namanya sebenarnya awalnya DK, dengan KTP palsu inilah dia mulai membuka rekening dan perjanjian dengan nama DW kepada korban dan mengaku mantan menantu petinggi Polri sehingga dengan rayuannya korban kemudian ikut melakukan investasi yang disampaikan tersangka. KA, istrinya, berperan yang menerima transferan dari suaminya," jelasnya.

Pelaku menawarkan sejumlah proyek fiktif sejak Januari 2019. Total ada 6 proyek yang ditawarkan berupa proyek tambang hingga lahan parkir.

"Ada sekitar 6 proyek yang memang ditawarkan kepada korban yang kemudian setelah berjalannya waktu korban merasa dirugikan dan ditipu," ujar Yusri.

Sementara itu, perwakilan korban berinisial ARN berterima kasih kepada jajaran Polda Metro Jaya atas terungkapnya kasus penipuan proyek fiktif ini. Dia menduga pelaku mengganti nama di KTP-nya dalam melakukan aksinya untuk menghilang jejak kriminal.

"Dari awal modus operandi yang dilakukan tersangka memang sudah terlalu terstruktur dan matang. Terhadap pemalsuan KTP itu kami menduga guna menghilangkan jejak kriminalnya, maka tersangka membuat identitas baru supaya klien kami tidak mengetahui bagaimana kriminal profiling sesungguhnya dari tersangka," ujarnya.

Lihat juga video 'Kejari Purwokerto Tangkap Penipu Jual Beli Tanah Rp 4.6 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)