Hakim Kabulkan Pembantaran Penahanan Anak Buah John Kei Karena Sakit

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 15:57 WIB
Suasana sidang John Kei (Dwi Andayani/detikcom)
Foto: Ilustrasi suasana sidang John Kei (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim mengabulkan permohonan pembantaran penahanan terhadap anak buah John Kei, Franklin Selfianus Resmol. Hal ini dilakukan karena Franklin disebut menderita sakit gagal ginjal dan membutuhkan perawatan.

"Mengabulkan permohonan dari penasihat hukum terdakwa, memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melakukan pembantaran atas nama terdakwa Franklin Selfianus Resmol alias Mutilasi ke Hermina Bekasi untuk melakukan tindakan medis pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021," ujar Ketua Majelis Hakim Eko Ariyanto dalam persidangan, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (27/1/2021).

Hakim memerintahkan adanya pengawalan dan pengawasan dari kepolisian selama di luar tahanan. Franklin sendiri diketahui tengah menjalani masa tahanan di Polda Metro Jaya.

"Selama berada di Rumah Sakit Hermina Bekasi dalam pengawalan dan pengawasan petugas kepolisian," kata Hakim.

Hakim mengatakan, dalam surat permohonan disebutkan Franklin telah mengalami sakit gagal ginjal sejak tahun 2018. Serta memerlukan tindakan medis rutin.

"Karena selama ini yang bersangkutan menderita gagal ginjal dari tahun 2018, sehingga perlu melakukan tindakan medis di RS Hermina Bekasi dan biasa dilakukan oleh dokter spesialis, tempat yang bersangkutan biasa menjalani terapi rutin untuk penyakitnya tersebut," tuturnya.

Pengacara juga disebut telah melampirkan bukti medis Franklin. Hingga memberikan jaminan bahwa Franklin tidak akan kabur dari kasus yang menjeratnya.

"Untuk memperkuat penangguhanya penasihat hukum telah melampirkan rekam medis dari terdakwa tersebut. Untuk menjamin terdakwa bahwa kaka saudara siap menjamin. Yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, bersedia hadir bila sewaktu waktu diperlukan pemeriksaaan," tututnya.

Franklin Selfianus Resmol sendiri diketahui merupakan anak buah John Kei yang menjadi salah satu terdakwa dalam kasus penyerangan. Franklim disebut ikut melakukan penyerangan terhadap kelompok Nus Kei.

Serupa dengan John Kei, atas perbuatannya Franklin didakwa lima pasal berlapis oleh Jaksa. Kelima pasal tersebut meliputi pembunuhan berencana, pengeroyokan hingga adanya korban jiwa, serta kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

(dwia/man)