ACT Himpun 4000 Ton Bantuan untuk Korban Bencana, Ini Rinciannya

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 13:45 WIB
ACT
Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta -

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bergerak untuk membantu korban bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia. ACT pun berhasil mengumpulkan 4.000 ton bantuan logistik dari 76.000 orang dalam waktu hanya 10 hari.

Presiden Global Islamic Philanthropy (GIP) Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan 4.000 ton bantuan logistik tersebut merupakan bukti kekayaan bangsa Indonesia dari sisi kedermawanan dan gotong royong. Ia pun menilai Indonesia akan menjadi bangsa yang terbaik dalam hal kemanusiaan.

"Jika di waktu sebelumnya ketika bangsa kita sedang tidak dilanda pandemi, resesi, atau musibah lainnya, mengumpulkan 1.000 ton logistik pangan itu perlu waktu 1 bulan. Sekarang justru di saat bangsa ini bisa dikatakan terpuruk karena pandemi dan bencana lainnya, dalam 10 hari ini bantuan logistik pangan yang dikumpulkan ACT mencapai 4.000 lebih," ungkap Ahyudin dalam acara pelepasan kapal kemanusiaan ACT ke Sulbar, di Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Ahyudin menambahkan 4.000 ton bantuan logistik yang berhasil dihimpun oleh ACT tersebut akan dikirimkan hari ini sebanyak 1.000 ton ke Sulawesi Barat dan 1.000 ton lainnya akan dikirimkan Sabtu (30/1) ke Kalimantan Selatan. Sedangkan 2.000 ton lainnya sudah stand by di gudang penyimpanan.

"Ini datang dari 76.000 masyarakat yang menyumbang logistik kurang lebih 4.000 ton, 2.000 ton standby di gudang, ini 1.000 ton lebih kita kirim ke kurang lebih ada 78.000 pengungsi di Sulawesi Barat, kemudian 1.000 ton, insyaallah hari Sabtu akan dilepas dari Surabaya ke Kalimantan Selatan,"

Ahyudin pun mengungkapkan bantuan yang diberikan oleh masyarakat cukup beragam, mulai dari selimut, air minum wakaf, selimut, hingga logistik kebutuhan pengungsi. Bahkan, ia mengatakan ada beberapa orang yang menyumbang uang sebesar Rp 1.000 - Rp 2.000.

"Ada yang nyumbangnya hanya uang sebesar Rp 1.000, Rp 2.000, luar biasa. Bahkan petani di Pacet, Jawa Timur mengumpulkan talas dan buah-buahan hampir 100 ton. Itu adalah bukti yang bisa diberikan oleh bangsa ini," tuturnya.

Ia melanjutkan pengiriman 1.000 ton bantuan logistik dengan menggunakan kapal tersebut tidaklah sensasi belaka. Sebab, bantuan yang berhasil dihimpun oleh ACT sangat banyak. Bila dikirimkan melewati jalur darat, harus menyediakan 100 truk berkapasitas 10 ton untuk mengirimkan bantuan tersebut.

"40 truk juga sebelumnya juga sudah bergerak dari Makassar menuju ke mamuju di hari-hari pertama bencana, 40 truk yang sama juga kita berangkatkan ke Kalsel. Begitu juga musibah di Bogor, Sumedang, dan banyak tempat lainnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, hari ini ACT melepas 1.000 ton bantuan logistik menggunakan kapal yang bertolak dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Bantuan dari ACT ini ditargetkan akan sampai ke tangan pengungsi korban bencana gempa bumi di Sulawesi Barat dalam kurun waktu 4-5 hari ke depan. Kapal tersebut juga membawa 20 relawan ACT yang akan turut membantu mendistribusikan bantuan dari masyarakat ini.

(ega/ega)