1,5 Ton Sampah Masker Bekas dari Rumah Tangga Terkumpul selama Pandemi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 11:52 WIB
Limbah masker wajah di Hong Kong (AFP Photo)
Ilustrasi limbah maser (Foto: Limbah masker wajah di Hong Kong (AFP Photo)
Jakarta -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengumpulkan 1,5 ton limbah masker sekali pakai selama pandemi virus Corona (COVID-19) di Ibu Kota. Data limbah masker tersebut terhitung sejak April hingga akhir Desember 2020.

"Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta telah menangani sebanyak 1.538 kilogram limbah masker sekali pakai dari rumah tangga, selama masa pandemi COVID-19 dari awal pandemi pada bulan April. Data limbah infeksius tersebut terhitung dari bulan April hingga akhir Desember 2020," ujar Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan dalam keterangan pers tertulisnya, Rabu (27/1/2021).

Yogi menerangkan Dinas LH DKI telah melakukan penanganan terhadap sampah masker sekali pakai yang masuk kategori limbah infeksius itu. Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran virus Corona.

"Jakarta sudah melakukan penanganan limbah infeksius dari rumah tangga secara rutin hingga saat ini. Ini dilakukan agar limbah infeksius bisa ditangani dengan baik dan menghindari potensi penularan COVID-19," ujar Yogi.

Menurutnya, petugas kebersihan melakukan pemilahan sampah masker dari rumah tangga.

Yogi mengatakan petugas kebersihan dalam hal ini melakukan pemilahan dan pengumpulan limbah infeksius dari masker bekas rumah tangga. Setelah dipilah dan dikumpulkan, Dinas LH DKI bekerja sama dengan pengelola limbah B3 untuk dilakukan pemusnahan.

"Masker bekas tergolong limbah infeksius, Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan pihak pengolah limbah B3 untuk pemusnahannya, dengan cara diinsinerasi," katanya.

Yogi meminta masyarakat untuk mulai sadar memilah sampah medis. Setelah itu, limbah medis disempret disinfektan dan dikemas secara khusus sebelum dibuang.

"Kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk mulai menyadari bahwa memilah sampah medis rumah tangga adalah hal yang penting untuk dilakukan. Kita sama-sama memilah dan memisahkan sendiri. Kemudian, disemprot disinfektan dan dikemas khusus. Setelah itu tanggung jawab kami untuk penanganan lebih lanjut," ungkapnya.

Sementara itu, Yogi mengungkap total keseluruhan sampah medis yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Jakarta mencapai 6.123 ton selama pandemi ini. Penanganan sampah itu, kata Yogi, menjadi kewajiban Fasyankes masing-masing.

"Sampah medis dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Jakarta yang diawasi pihaknya mencapai 6.123 ton selama pandemi ini. Kewajiban setiap Fasyankes menanganinya dengan baik," tandasnya.

(whn/man)