Jaksa Sampaikan Tanggapan atas Eksepsi John Kei Hari Ini

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 09:37 WIB
John Kei Jalani Sidang Perdana Secara Virtual soal Penyerangan
Ilustrasi sidang John Kei (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) akan kembali menggelar sidang John Kei terkait penyerangan di Green Lake City, Tangerang, dan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Sidang diagendakan mendengar tanggapan jaksa atas eksepsi John Kei.

"Benar sidang hari ini, agenda tanggapan JPU atas eksepsi PH terdakwa," ujar pejabat Humas PN Jakarta Barat, Eko Ariyanto, saat dimintai konfirmasi, Rabu (27/1/2021).

Sebelumnya, pihak John Kei telah membacakan eksepsi atau nota keberatan terkait dakwaan yang diberikan jaksa. Tim pengacara membantah John Kei terlibat dalam penyerangan di Green Lake City dan Duri Kosambi.

"Dakwaan bertentangan dengan akal sehat dan tidak sesuai fakta. Bahwa Terdakwa bukanlah orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kematian atau kekerasan/penganiayaan kepada para korban sebagaimana diuraikan jaksa penuntut umum dalam dakwaannya. Karena dalam kejadian 21 Juni 2020 Terdakwa tidak berada pada tempat kejadian atau di Perumahan Green Lake City, Cluster Australia. Tapi kenyataannya Terdakwa berada di kediamannya," ujar tim kuasa hukum John Kei, Anton Sudanto, di PN Jakarta Barat, Jl Letjen S Parman, Rabu (20/1).

Anton mengklaim John Kei tidak pernah memberi perintah untuk melakukan penyerangan. Dia menyebut narasi yang menyebut John Kei memberi perintah melakukan penyerangan adalah fiksi.

Anton juga menyebut terdakwa sama sekali tidak pernah memberi perintah menganiaya korban ER. Pihaknya juga membantah senjata yang digunakan untuk membunuh korban berasal dari John Kei.

"Bahwa senjata tajam parang/golok yang digunakan Saudara Yeremias dkk untuk melakukan pembunuhan dan/atau penganiayaan dan/atau kekerasan terhadap Saudara Erwin dan Saudara Angki bukanlah berasal dari Terdakwa. Terdakwa juga tidak menyediakan apa pun kepada Saudara Yeremias dkk, termasuk tidak menyediakan senjata tajam," sebut Anton.

Diberitakan sebelumnya, John Kei didakwa oleh jaksa penuntut umum dengan lima pasal berlapis. Kelima pasal tersebut meliputi pembunuhan berencana, pengeroyokan hingga adanya korban jiwa, serta kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

(dwia/mae)