Kata Pengacara Laskar FPI soal Upaya Sistemik Desak 'Km 50' Langgar HAM Berat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 07:15 WIB
Komnas HAM dan Bareskrim Polri memeriksa barang bukti penembakan di Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020). Kedua pihak memeriksa mobil yang ditumpangi oleh 6 anggota laskar FPI dan Bareskrim Polri.
Barang bukti insiden 6 laskar FPI (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Komnas HAM mengungkap adanya pergerakan yang sistematis agar Komnas HAM menyimpulkan tewasnya 6 laskar FPI adalah pelanggaran HAM berat. Merespons hal itu, tim advokasi laskar FPI menilai adanya pihak yang menghadang dalam pengusutan insiden di Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50 itu.

"Itu justru membuktikan bahwa ada struktur komando operasi yang sedang berusaha keras melalui berbagai instrumen hukum dan operasi media untuk menghadang terbongkarnya otak jahat pelaku operasi pelanggaran HAM berat tersebut," kata anggota tim advokasi laskar FPI, Hariadi Nasution, kepada wartawan, Selasa (26/1/2021).

Hariadi mengatakan bahwa ada pihak yang membangun opini agar ada pihak yang menekan Komnas HAM dalam melakukan investigasi.

"Maka para gerombolan pembunuh keji itu... Berusaha membangun opini seolah-olah ada pihak yang menekan Komnas HAM," jelas dia.

Hariadi kemudian menyinggung pihak yang lepas tanggung jawab atas insiden laskar FPI ini. Hariadi menegaskan bahwa keluarga korban meminta keadilan.

"Di sinilah letak sistematis operasi terstruktur tersebut. Lempar batu sembunyi tangan. Pihak keluarga meminta keadilan," katanya.

Simak video 'Sidang Gugatan Praperadilan Keluarga Anggota Laskar FPI Kembali Ditunda':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2