BNPB: Kerugian Pascagempa M 6,2 Sulbar Capai Rp 829,1 M

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 04:24 WIB
Rescuers search for victims at the ruin of a building flattened during an earthquake in Mamuju, West Sulawesi, Indonesia, Saturday, Jan. 16, 2021. Damaged roads and bridges, power blackouts and lack of heavy equipment on Saturday hampered Indonesias rescuers after a strong and shallow earthquake left a number of people dead and injured on Sulawesi island. (AP Photo/Yusuf Wahil)
Gempa Sulbar (AP/Yusuf Wahil)
Jakarta - Gempa M 6,2 yang terjadi di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menghancurkan ribuan rumah, perkantoran, hingga merobohkan sejumlah jembatan. Kerugian pascagempa tersebut ditafsir mencapai Rp 829,1 miliar.

BNPB melaporkan data kerugian sementara akibat gempa tersebut per Selasa (26/1/2021). Total tersebut teridentifikasi untuk wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Total kerusakan dan kerugian di Majene mencapai Rp 449,8 miliar dengan rincian sektor permukiman Rp 365,3 M, sosial Rp 76,9 M, ekonomi Rp 5,13 M, lintas sektor Rp 2,1 M, dan infrastruktur Rp 235 juta. BNPB melaporkan data kerusakan di Majene meliputi 4.122 unit rumah, 32 unit fasilitas ekonomi dan perkantoran, 17 unit fasilitas kesehatan, dan 1 unit kantor militer.

Sedangkan di Mamuju, total nilai kerusakan dan kerugian mencapai Rp 379,3 miliar dengan rincian nilai kerusakan dan kerugian sebagai berikut, permukiman Rp 270,1 M, ekonomi Rp 50,4 M, lintas sektor Rp 39,9 M, sosial Rp 17,4 M, dan infrastruktur Rp 1,3 M. BNPB juga melaporkan data kerusakan di Mamuju, yakni 3.741 unit rumah, 5 unit fasilitas kesehatan, 3 unit jembatan, 1 pelabuhan, 1 minimarket, 1 perkantoran, dan 1 hotel.

Sementara itu, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai menyampaikan pemulihan diharapkan selesai pada Juni 2021 sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Dia berharap nantinya warga yang rumahnya mengalami rusak ringan-sedang bisa segera menerima dana stimulan perbaikan.

"Harapan kami, warga yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang, yang saya sampaikan catatan hampir 80 persen, mereka akan segera meninggalkan tempat pengungsian dan kepada mereka dana stimulan langsung kami berikan 100 persen," kata Rifai seperti dalam keterangan BNPB.

Data kerusakan dan kerugian sementara yang telah dicatat oleh BNPB ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Gubernur Sulbar. Data susulan juga akan melalui proses yang sama, yaitu dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.

Data yang sudah ada akan diproses terlebih dahulu dan segera ditindaklanjuti sehingga ini akan mempercepat pemulihan pascagempa. Pemulihan pascagempa diharapkan dapat selesai pada Juni 2021. (maa/maa)