Dor! Melawan Polisi, Residivis Pelaku Curanmor di Tangsel Ditembak

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 16:01 WIB
Polres Tangsel bekuk pelaku curanmor
Polres Tangsel membekuk pelaku curanmor. (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Tangerang Selatan -

Empat pelaku pencurian motor (curanmor) di wilayah Tangerang Selatan dibekuk polisi. Polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan senjata api karena melawan saat hendak ditangkap.

"Pada saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan melakukan perlawanan, sehingga kami mengambil tindakan yang tegas dan terukur," kata Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin kepada wartawan di Polres Tangerang Selatan, Serpong, Tangsel, Selasa (26/1/2021).

Adapun modus operandi para pelaku adalah mencari sasaran motor yang diparkir di pinggir jalan hingga di garasi. Dalam aksinya, para pelaku berkomplot dengan tugas dan peran masing-masing, seperti mengawasi situasi di sekitar hingga sebagai pemetik (pencuri motor).

Setelah situasi dirasa aman, salah satu pelaku mencuri motor dengan menggunakan kunci leter T. Setelah itu, para pelaku melarikan diri dengan membawa motor hasil curiannya.

"Kemudian modus operandi yang digunakan pelaku menggunakan kunci T untuk merusak kunci, kemudian ambil kendaraan," ungkapnya.

Dalam kasus ini polisi menyita 10 unit motor hasil pencurian komplotan. Pelaku mengaku sudah 10 kali beraksi. Lima TKP di antaranya di wilayah Cisauk, 4 di Pondok Aren, dan 1 di Ciputat.

"Kami mengamankan 10 kendaraan, terdapat 10 laporan polisi yang ada di polres kami. Itu mereka bergerak di wilayah Cisauk, Pondok Aren, dan Ciputat," kata Iman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Tangsel AKP Angga Surya Saputra mengungkapkan, dari 4 pelaku, 2 di antaranya adalah residivis. Satu residivis terkait dengan Pasal 480 KUHP dan yang satu lainnya terkait dengan Pasal 363 KUHP.

"Ya jadi, dari 4 pelaku ini, 2 di antaranya residivis. Yang 1 residivis terkait dengan 480 KUHP (penadahan), dan yang 1 lagi terkait dengan 363 (pencurian dengan pemberatan)," ujar Angga.

Akibat tindakan kriminal tersebut, polisi mengenakan Pasal 363 KUHP terhadap keempat pelaku. Mereka dikenai ancaman 7 tahun penjara.

(mea/mea)