Polisi di Makassar Dihadang Emak-emak Saat Dalami Aksi Tawuran Warga

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 15:22 WIB
Tangkapan layar video viral polisi dihadang emak-emak saat mendalami aksi tawuran (dok. Istimewa).
Tangkapan layar video viral polisi dihadang emak-emak saat mendalami aksi tawuran (Foto: dok. Istimewa).
Makassar -

Sejumlah polisi di Kota Makassar dihadang emak-emak saat mendalami aksi tawuran antarwarga. Akibat tawuran tersebut, seorang pria terkena busur panah di bagian mata.

"Sebenarnya anak (yang coba diamankan) itu dia pikir kita mau bawa ke Polres, padahal dia mau diperiksa di situ saja soal tawuran pada hari Minggu (23/1)," kata Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP M Kadarislam saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (26/1/2021).

Aksi emak-emak tersebut menghadang polisi terekam video yang beredar di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah emak-emak menghadang sejumlah polisi yang berupaya mengamankan seorang pria karena diduga sebagai pelaku tawuran. Upaya emak-emak tersebut terlihat terus berlanjut dengan menunjuk ke arah aparat kepolisian.

Kadarislam melanjutkan insiden tawuran pada Minggu (23/1) tersebut dicurigai ada hubungannya dengan insiden seorang pemotor pria yang terkena busur panah di bagian matanya saat korban melintas di Jalan Cambaya, Makassar. Untuk itulah polisi mencoba mengamankan seorang terduga pelaku tawuran namun berakhir dihadang oleh emak-emak.

"Kemarin kan ada tawuran hari Minggu, kemudian besoknya (Senin, 25/1) anggota mau dalami itu yang kena (busur panah) di matanya itu to," tutur Kadarislam.

Dia menjelaskan, upaya penghadangan oleh emak-emak tersebut semakin beringas karena adanya hoax yang beredar bahwa polisi mengamankan anak-anak yang sedang istirahat di masjid.

"Kebetulan anak-anak itu lagi tidur-tiduran di masjid, tapi katanya mau dibawa ke Polres, padahal cuma mau diperiksa keterangannya," tutur Kadarislam.

"Mungkin ada yang informasikan bahwa, 'Eh, orang Polres mau bawa anak-anak yang di masjid', jadi ramai langsung. Tapi biasalah (ada hoax) orang sana kan bantu-membantu kalau hal semacam itu," sambung Kadarislam.

Menurut Kadarislam, anggotanya tidak tak dapat mengamankan sejumlah pria yang diduga kuat terlibat tawuran. Dia menyebut pihaknya memang hanya ingin mendalami korban yang terkena busur panah pada bagian matanya yang kebetulan melintas di dekat area tawuran.

"Pelaku tawuran kan tidak bisa kita tangkap saat selesai tawuran (kurang bukti), pada saat tawuran seharusnya. Cuma malam itu saat kita datang bubar mereka," pungkas Kadarislam.

(hmw/nvl)