Ini Peran 3 Pria yang Perkosa Bergilir ABG Disabilitas di Makassar

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 12:05 WIB
Ilustrasi Pembunuhan Pemerkosaan
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Makassar -

Polisi mengungkap peran 3 pria di Kota Makassar saat memperkosa gadis disabilitas secara bergilir. Para pelaku, Wirawansyah alias Wira (18), Gunawan (23), dan Angga Syahputra alias Robert (22), membagi peran mulai dari mendekati korban di medsos hingga menyediakan tempat pemerkosaan.

"Tersangka Wira yang berperan menjemput korban bersama Gunawan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Khairul kepada detikcom, Selasa (26/1/2021).

Sebelum menjemput korban, Wira dan Gunawan mendekati korban di media sosial. Khusus untuk tersangka Gunawan, disebut berperan lebih jauh dengan cara membujuk korban agar mau dijemput.

"Tersangka Gunawan melakukan bujuk rayu kepada korban dengan cara mengirim pesan kepada korban dan mengaku sebagai Wira," jelas Kompol Agus.

Setelah korban termakan bujuk rayu pelaku, Wira dan Gunawan kemudian menjemput korban untuk dibawa ke lokasi pemerkosaan. Korban dan kedua pelaku berboncengan 3 naik sepeda motor ke lokasi pemerkosaan.

Sementara untuk tersangka Angga alias Robert, dia disebut polisi berperan dalam menyediakan fasilitas tempat melancarkan aksi bejat tersebut. Pada kesempatan yang sama, Angga juga disebut telah berulangkali memperkosa korban.

"Tersangka Angga alias Robert berperan menyediakan tempat persetubuhan yakni TKP pada bekas counter handphone milik Robert. Juga berdasarkan pengakuan Robert ia menyetubuhi korban sebanyak 3 kali," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemerkosaan terjadi pada Selasa (19/1) dini hari. Pelaku sendiri tak hanya sebatas memperkosa korban, mereka juga merekam aksi bejat mereka dalam bentuk video.

Video tersebut kemudian dikirimkan kepada orang tua korban dengan maksud meminta uang tebusan. Jika tidak, pelaku mengancam menyebarkan video tersebut.

"Video tersebut dikirimkan kepada orang tua korban, dan mengancam atau melakukan pemerasan terhadap orang tua korban dengan meminta uang tebusan sebanyak 5 (lima) juta rupiah, dan apabila tidak diberi akan menyebarkan video-video di medsos," ujar Kompol Agus Khairul dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (21/1).

"Pelaku juga menjelaskan bahwa saat melakukan persetubuhan terhadap anak tersebut merekam dengan menggunakan HP dengan 5 kali pengambilan gambar rekaman video dengan jumlah durasi 12 menit 21 detik," imbuhnya.

(hmw/nvl)