Anies Diminta Mundur oleh Ketua Gerindra Jaktim, PDIP: Tamparan Keras

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 07:07 WIB
Ima Mahdiah Singgung Anies Soal Keadilan dan Retribusi PKL di Trotoar
Foto: Ima Mahdiah (Dwi Andayani/detikcom)

"Aksi spektakuler Anies yang selama ini dipertontonkan untuk melawan COVID-19 di DKI Jakarta mendadak hilang-lenyap dalam pemberitaan media nasional. Aksi spektakuler tersebut terlihat dari beberapa pergub yang dikeluarkan, bahkan bersama DPRD mengeluarkan perda terkait penanganan penanggulangan penyebaran COVID-19 di Jakarta," ujar Ali melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (25/1).

"Bukan sekadar aturan-aturan saja, bahkan sanksi bagi warga Jakarta pun dirumuskan untuk melawan COVID-19. Namun apa daya, banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan tidak mampu meredam sang virus. Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya. Sampai pada akhirnya tersiar kabar Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih kordinasi penanganan COVID-19 di Jakarta," sambungnya.

Menurutnya, alasan Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi agar ada peningkatan fasilitas kesehatan di wilayah penyangga Jakarta. Sebab, seperempat pasien COVID-19 dari Bodetabek selama ini dirawat di Jakarta.

"Terkait hal di mana Anies meminta pemerintah pusat mengambil alih koordinasi penanganan COVID-19 di Jakarta, menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies nyerah lawan COVID-19? Jika seperti itu, sebaiknya mundur saja dari jabatan gubernur," ucapnya.

Ketua Mahkamah Partai Gerindra Habiburokhman sendiri mengaku telah menegur Ali Lubis. Hal ini karena kritiknya yang dianggap terlalu keras ke Anies.

"Secara bahasa, kritik Pak Ali terlalu keras. Sebagai Ketua Mahkamah Partai, saya sudah tegur dan ingatkan," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (25/1/2021).

Meski demikian, Habiburokhman menyebut kritikan Ali Lubis kepada Anies disampaikan karena kegundahan yang menumpuk. Ali Lubis, kata dia, khawatir terhadap kasus COVID-19 di Jakarta Timur.

Halaman

(dwia/knv)