Round-Up

Mencuat Urusan Jilbab Siswi Nonmuslim Bikin Kepsek Siap Dipecat

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 22:02 WIB
Kepala SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi,
Kepala SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi (Jeka Kampai/detikcom)
Jakarta -

Aturan SMK Negeri 2 Padang yang meminta siswi nonmuslim berjilbab menuai polemik berkepanjangan. Kepala Sekolah Rusmadi bahkan rela melepas jabatan demi mempertanggungjawabkan masalah itu.

Kasus heboh ini bermula kala Elianu Hia mengunggah tayangan live di akun Facebook-nya pada Kamis (21/1/2021). Video itu memperlihatkan adu argumen antara Elianu dan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang, Zakri Zaini.

Elianu mengaku dipanggil pihak sekolah karena anaknya tidak mengenakan jilbab. Putrinya tidak mengenakan jilbab karena bukan muslim.

Video tersebut viral dan menjadi polemik. Mendikbud Nadiem Makarim menilai aturan tersebut intoleran dan meminta agar pihak yang terlibat ditindak tegas.

"Saya meminta pemerintah daerah, sesuai dengan mekanisme yang berlaku, segera memberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan, agar permasalahan ini menjadi pembelajaran kita bersama ke depannya," ucap Nadiem.

Kepsek Siap Dipecat

Atas polemik ini, Kepala SMK Negeri 2 Padang Rusmadi meminta maaf atas keteledoran dan kesalahan jajarannya di Bidang Kesiswaan dan Bimbingan Konseling. Rusmadi mengaku siap bertanggung jawab dan dipecat gegara polemik tersebut.

"Saya siap dipecat kalau kami salah, tapi lihat ke lapangan dulu, apa yang (sebenarnya) kami lakukan," kata Rusmadi kepada wartawan di Padang, Senin (25/1/2021).

Dia mengaku tak pernah ada aturan yang menyatakan siswi nonmuslim wajib menggunakan jilbab ke sekolah. Dia menyebut pihak sekolah tak pernah memaksa siswi nonmuslim menggunakan jilbab ke sekolah.

Rusmadi kemudian memperlihatkan aturan yang dibuat dan diperbarui setiap tahun. Ketertiban dan penampilan pakaian diatur dalam pasal 3.

Dalam aturan itu, pakaian muslim disebut hanya untuk hari Jumat. Aturan itu menyebut pakaian muslim lengkap, celana panjang atau rok abu-abu model standar SMK Negeri 2 Padang, sepatu kulit hitam dan kaus kaki putih sampai betis, serta ikat pinggang standar kulit hitam.

Dinas Pendidikan Sumatera Barat juga sudah mengirim tim khusus ke SMK Negeri 2 Padang guna melakukan investigasi viralnya video adu argumen antara orang tua siswi nonmuslim dan pihak sekolah. Pihak Disdik Sumbar juga menyebut tak ada intimidasi di sekolah.

Selanjutnya
Halaman
1 2