PKB Dorong Aparat Penegak Hukum Telusuri Data soal Aliran Dana FPI dari LN

Eva Safitri - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 14:19 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid
Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid (Foto: Dok. MPR)
Jakarta -

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya aliran dana lintas negara ke rekening Front Pembela Islam (FPI). PKB meminta PPATK segera melengkapi data agar tidak timbul spekulasi di masyarakat.

"Tentu hasil deteksi PPATK tidak untuk dipublikasi tapi untuk ditindaklanjuti kepada penegak hukum agar ada dilakukan penyelidikan dan penyidikan," kata Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid ketika dihubungi, Senin (25/1/2021).

"Agar tidak menambah spekulasi, kami berharap PPATK segera melengkapi datanya, baik sumber dan alirannya agar memudahkan aparat hukum untuk membuktikannya," lanjutnya.

Meski begitu, anggota Komisi III ini menekankan asas praduga tak bersalah. Menurutnya, belum tentu transaksi itu melanggar hukum, karena belum ada bukti.

"Namun kita tetap harus berpegang pada asas praduga tidak bersalah. Belum tentu alirannya melanggar hukum sebelum dibuktikan," tuturnya.

PPATK sebelumnya mendeteksi ada arus lalu lintas keuangan lintas negara terkait rekening Front Pembela Islam (FPI). Namun Kepala PPATK Dian Ediana Rae tak bersedia menyampaikannya secara eksplisit dari siapa, berapa, kapan, dan untuk apa.

"Ya, ada. Dari penelusuran PPATK itu memang melihat keluar-masuk dana dari negara lain," kata Dian kepada tim Blak-blakan, Rabu (20/1).

Sejak 4 Januari lalu PPATK telah memblokir sementara rekening milik FPI dan para pihak terafiliasi di berbagai bank nasional. Hingga 20 Januari, jumlahnya mencapai 92 rekening, dan ada kemungkinan akan terus bertambah.

Pengacara FPI angkat bicara

Kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, mengatakan transfer itu berkaitan dengan pengelolaan dana kemanusiaan.

"Itu menandakan FPI mendapat kepercayaan banyak warga dunia dalam mengelola dana umat untuk bencana kemanusiaan, anak-anak yatim, dan bantuan bencana, serta yang lainnya," kata Aziz Yanuar kepada wartawan, Minggu (24/1/2021).

Aziz mengatakan FPI memang berfokus pada bantuan kemanusiaan di berbagai negara. Salah satunya bantuan untuk warga Palestina.

"FPI juga concern dengan bantuan kemanusiaan ke banyak negara yang mengalami penjajahan dan musibah seperti misal di Gaza, Palestina. Juga terhadap saudara-saudara kita di Rakhine, Myanmar," jelasnya.

(eva/ibh)