Benang Merah Skandal Jiwasraya di Kasus Asabri

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 13:44 WIB
Stok Ilustrasi Kejagung
Dokumentasi gedung utama Kejaksaan Agung sebagai ilustrasi. (Foto: dok. detikcom)

Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Asabri berinisial SW sudah dimintai keterangan. Yang bersangkutan merupakan Dirut PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020.

Selain SW, ada empat saksi lain yang dipanggil Kejagung. Tiga saksi di antaranya juga merupakan mantan pejabat di PT Asabri. Satu saksi sisanya merupakan pihak swasta.

"Kejaksaan Agung memeriksa lima orang saksi atau pihak yang terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Rabu (20/1/2021).

Pemeriksaan kelima saksi tersebut digelar pada Selasa (19/1). Lantas siapa saja empat saksi yang juga diperiksa selain SW?

Pertama HS yang merupakan Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019. Kemudian IWS selaku Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode Juli 2012 sampai Januari 2017.

Ketiga BE, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012 sampai Mei 2015. Terakhir, dari pihak swasta, yakni LP selaku Direktur Utama PT Prima Jaringan.

Setelahnya ada pula mantan Dirut Asabri lain yang diperiksa berinisial ARD. Leonard menyebut pemeriksaan terhadap eks Dirut Asabri dilakukan untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri.

Lalu ada seorang lagi yang disebut jaksa akan segera dimintai keterangan yaitu Benny Tjokrosaputro. Dia merupakan Komisaris PT Hanson International Tbk yang sudah berstatus terdakwa dalam skandal Jiwasraya. Peran Benny inilah yang diduga sebagai benang merah antara skandal Jiwasraya dengan kasus Asabri.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono pada Jumat, 22 Januari lalu, mengatakan bila Benny akan segera diperiksa oleh jaksa penyidik. Menurut Ali, pemeriksaan itu berangkat dari kemungkinan kesamaan tersangka dalam kasus Jiwasraya dengan Asabri. Namun Ali belum berbicara banyak mengenai peran apa yang akan digali dari Benny.

"Direncanakan iya (Benny Tjokro diperiksa) tapi waktunya kapan terserah direktur penyidikan, termasuk dalam melakukan pemeriksaan pastilah," kata Ali.

"Kan pernah disebut Pak Jaksa Agung sebagian tersangka kemungkinan sama, gitu kan, jadi siapa. Kalau disebut-sebut Hanson, ya, berarti pemiliknya kita periksa nanti," imbuhnya.

Hanya, sampai saat ini jaksa belum menetapkan seorang pun tersangka dari kasus Asabri ini.

Sementara itu pada Kamis, 16 Januari 2020 PT Asabri menjamin uang nasabahnya aman dan bakal dibayarkan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. Asabri meminta semua nasabah tak khawatir.

"Kepada seluruh peserta Asabri, baik Prajurit TNI, anggota Polri, dan seluruh ASN Kemenhan-Polri, saya menjamin bahwa uang kalian (nasabah) yang dikelola di Asabri aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi," kata Direktur Utama PT Asabri saat itu yang dijabat oleh Sonny Widjaja dalam konferensi pers di kantornya, Cawang, Jakarta Timur.

Halaman

(dhn/tor)