Miris! Bangkai Penyu Ditemukan di Tumpukan Sampah Pantai Bali

Angga Riza - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 10:44 WIB
Miris! Bangkai Penyu Ditemukan di Tumpukan Sampah Pantai Bali (Foto: Istimewa)
Bangkai Penyu Ditemukan di Tumpukan Sampah Pantai Bali (Foto: Istimewa)
Denpasar -

Beberapa bangkai penyu di wilayah pantai Badung, Bali, ditemukan di tumpukan sampah kiriman. Badan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) sudah menerima ada 2 laporan terkait adanya penyu yang mati.

"Ya kalau kami dapat dua laporan yang kemarin itu ada 2 di Kedonganan. Kemudian sebelumnya saat penguburan bangkai paus di Batu Beling, Canggu, itu sudah ada laporan juga 2 juga penyu yang mati, bangkai ditemukan di pinggir pantai sebelum kejadian itu, sehingga sudah ada 4 yang mati," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso saat dihubungi detikcom, Senin (25/1/2021).

Pihak BPSPL Denpasar belum membedah bangkai penyu yang mati di tumpukan sampah tersebut sehingga belum diketahui pasti penyebab kematian dari penyu tersebut.

"Itu kita belum menekropsi, istilahnya membedah, penyu yang 4 kemarin apakah benar dalam bagian tubuhnya itu ada plastik, misalkan di bagian pencernaan dan perutnya itu belum kita lakukan," ujar Yudi.

Miris! Bangkai Penyu Ditemukan di Tumpukan Sampah Pantai Bali (Foto: Istimewa)Bangkai Penyu Ditemukan di Tumpukan Sampah Pantai Bali (Foto: Istimewa)

Sementara itu, di musim gelombang besar saat ini, banyak sampah kiriman di wilayah pantai bagian barat Bali, sehingga ada indikasi bangkai penyu yang ditemukan mati karena banyaknya tumpukan sampah.

"Tapi karena ini kan sekarang musim gelombang besar terus kemudian banyak sampah ya kemungkinan itu ada. Hanya kami belum bisa pastikan bahwa matinya itu karena itu," papar Yudi.

"Untuk sampah ya yang seperti penyu atau paus itu berpengaruh karena dia tidak bisa membedakan itu plastik atau bukan. Yang jelas jika ada yang terapung itu disangka makanan khususnya yang reptil seperti penyu dia itu menyangka adalah ubur-ubur makanan dia. Nah itu yang kami khawatirkan," tambah Yudi.

(mae/mae)