Round-Up

Ragam Pendapat Kala Menkes Sebut Testing Corona di RI Salah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 20:15 WIB
A resident undergoes a free COVID-19 swab test in a low income area in Manila, Philippines, Tuesday, Oct. 6, 2020. The city government is providing free swab tests to tricycle and passenger Jeepney drivers in the area in hopes of curbing the spread of the coronavirus. (AP Photo/Aaron Favila)
Ilustrasi swab test (Foto: AP/Aaron Favila)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin mengungkapkan testing Corona (COVID-19) di Indonesia salah secara epidemilogi. Sejumlah kalangan pun bersuara memberikan solusi.

Awalnya Menkes mengomentari upaya 3T atau testing, tracing dan treatment terkait penanganan COVID-19 dalam 'Dialog Warga 'Vaksin & Kita' Komite Pemulihan Ekonomi & Transformasi Jabar' yang disiarkan di YouTube PRMN SuCi seperti dikutip pada Jumat (22/1/2021).

Dia menyebut testing Corona saat ini salah secara epidemiologi. Penyebabnya, testing tinggi itu sebagian di antaranya menyasar kepada pihak yang itu-itu saja. Satu orang bisa dites sampai berkali-kali dan masuk hitungan testing.

Budi Sadikin mencontohkan dirinya yang seminggu bisa dites 5 kali. Dia menilai itu tidak efektif karena seharusnya yang dites adalah suspek Corona.
Pernyataan Menkes memuat terkejut anggota Dewan di Senayan. Mereka meminta agar testing Corona segera diperbaiki. Sejumlah kalangan mulai pakar hingga IDI pun memberikan solusi.

Menkes Budi Gunadi SadikinMenkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Komisi IX Kaget Testing Corona Salah

Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay menilai jika keterangan Menkes benar, maka selama ini upaya pemerintah menghadapi pandemi sia-sia.

"Jadi gini, pertama saya terkejut mendengar pernyataan Pak Menkes tersebut sebab menurut saya selama ini pemerintah kan membuat aturan itu sudah membuat konsultasi dengan ahli epidemiolog belum? Mestinya di kisaran pembuat kebijakan baik di Kemenkes maupun di Satgas Penanganan COVID atau di komite harusnya sudah banyak tuh epidemiolog yang dipakai pemerintah baik dari lembaga riset atau perguruan tinggi," kata Saleh saat dihubungi, Jumat (22/1/2021).

Saleh mengatakan perlu penelusuran lebih jauh terhadap perkataan Menkes Budi Sadikin. Meski begitu, Ketua Fraksi PAN ini tidak membantah pernyataan Menkes Budi Gunadi.

Di sisi lain, Saleh juga merasa selama ini hanya orang yang sama yang dilakukan testing, sedangkan banyak suspek Corona di Indonesia yang mungkin tidak terkover oleh pemerintah.

Menurutnya jika ternyata salah, maka Menkes harus segera memperbaiki yang selama ini dilakukan pemerintah.

PKS Minta Kesalahan Testing Corona Diperbaiki

PKS meminta Menkes segera memperbaiki kesalahan testing Corona tersebut. Perbaikan kesalahan ini disebut juga bagian dari mitigasi pandemi Corona.

"Yang utama sebenarnya adalah pemerintah harus benahi semua upaya mitigasi pandemi. Jika memang Pak Menteri anggap 3T belum sesuai, ya segera diperbaiki," kata Ketua DPP PKS Kurniasih Mufidayati kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Anggota Komisi IX DPR itu juga mengatakan memang ada keperluan swab untuk orang sakit dan keperluan pekerjaan. Menurutnya, hal itu harus memiliki mekanisme perhitungan yang lebih mendalam.

Kurniasih juga mengusulkan agar diadakan klasifikasi testing yang dibedakan menurut keperluannya. Ia juga menilai sebaiknya testing untuk keperluan perjalanan cukup dengan menggunakan swab antigen.

Selanjutnya
Halaman
1 2