Menkes Sebut Testing Corona di RI Salah, Anggota Komisi IX DPR Kaget

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 14:48 WIB
Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay
Saleh Partaonan Daulay (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut proses testing Corona di Indonesia salah secara epidemiologi. Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay menilai jika keterangan Menkes benar, maka selama ini upaya pemerintah menghadapi pandemi sia-sia.

"Jadi gini, pertama saya terkejut mendengar pernyataan Pak Menkes tersebut sebab menurut saya selama ini pemerintah kan membuat aturan itu sudah membuat konsultasi dengan ahli epidemiolog belum? Mestinya di kisaran pembuat kebijakan baik di Kemenkes maupun di Satgas Penanganan COVID atau di komite harusnya sudah banyak tuh epidemiolog yang dipakai pemerintah baik dari lembaga riset atau perguruan tinggi," kata Saleh saat dihubungi, Jumat (22/1/2021).

Saleh mengatakan perlu penelusuran lebih jauh terhadap perkataan Menkes Budi Sadikin. Meski begitu, Ketua Fraksi PAN ini tidak membantah pernyataan Menkes Budi Gunadi.

"Menkes mengatakan ada yang salah di dalam program testing dan tracing, saya kira harus ditelusuri lagi kembali kepada kebijakan protokol kesehatan yang selama ini diterapkan oleh pemerintah, ini kan berarti sama artinya Menkes mengatakan selama hampir kurang lebih 10 bulan terakhir ini kita salah dalam lakukan prokes, ini sia sia sekali selama ini berarti yang dilakukan pemerintah," ucapnya.

Di sisi lain, Saleh juga merasa selama ini hanya orang yang sama yang dilakukan testing, sedangkan banyak suspek Corona di Indonesia yang mungkin tidak tercover oleh pemerintah.

"Karena itu tentu saya merasa perlu menelaah apa yang disampaikan Menkes, dan saya menilai apa yang disampaikan Menkes sepintas itu memang benar, bahwa memang yang ditesting orangnya itu-itu aja, selama saya kita di DPR itu kalau kita kunjungan kerja ke mana-mana sekarang itu malah wajib ditesting, hari ini kami kunker di Pandeglang, semua anggota kunker kemarin sudah ditesting baru boleh berangkat," ujarnya.

"Jadi memang betul orang-orang itu tersebut yang selalu ditesting, orang orang yang sama, sementara orang yang diduga atau suspek yang dikatakan oleh Pak Menkes memang mungkin saja tidak tersasar atau tidak tercover dalam program testing tadi," lanjut Saleh.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya,

Selanjutnya
Halaman
1 2