Komnas HAM Sumbar Rapat Bahas Kasus Viral Siswi Nonmuslim Diminta Berjilbab

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 12:08 WIB
Beka Ulung Hapsara
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM angkat bicara mengenai viralnya kejadian siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang diminta memakai jilbab. Komnas HAM menilai ada indikasi pemaksaan dalam aspek kebebasan beragama dalam kejadian itu.

"Ada indikasi pemaksaan dalam ekspresi kebebasan beragama dan berkeyakinan," kata komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan, Sabtu (23/1/2021).

Beka menilai seharusnya lembaga pendidikan negeri menghormati keberagaman dan hak asasi manusia (HAM) seperti amanat dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4 Ayat 1. Namun Beka belum dapat memastikan ada unsur pelanggaran HAM karena pihak sekolah memberikan respons cepat atas kejadian itu.

"Belum bisa disimpulkan (ada pelanggaran HAM) karena ada respons cepat dari kepala sekolah dan Dinas Pendidikan Sumatera Barat bahwa pihaknya salah dan siswi yang bersangkutan bisa sekolah lagi," ujarnya.

Meskipun demikian, Komnas HAM tetap akan menindaklanjuti kejadian siswi nonmuslim yang diminta memakai jilbab itu. Menurutnya, kantor perwakilan Komnas HAM di Padang akan rapat bersama pihak Ombudsman Sumbar dan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar terkait kejadian itu.

"Hari Senin Komnas HAM kantor perwakilan Sumatera Barat akan rapat bareng Ombudsman Sumatera Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi membahas masalah ini sekaligus juga memberi saran-saran perubahan kebijakan dan mekanisme perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia di dalam sistem pendidikan," ungkapnya.

Untuk diketahui, orang tua murid bernama Elianu Hia dipanggil menghadap pihak sekolah SMKN 2 Padang karena anaknya tak mengenakan jilbab sebagaimana diwajibkan dalam peraturan sekolah. Elianu dan anaknya Jeni Hia menolak mengenakan jilbab karena bukan kaum muslim.

Video itu di-posting pada Kamis (21/1/2021) serta menjadi viral melalui akun Facebook Elianu Hia. Dalam video tersebut, Elianu berusaha menjelaskan anaknya adalah nonmuslim, sehingga cukup terganggu oleh keharusan untuk mengenakan jilbab. Pihak sekolah yang menerima kehadiran Elianu menyebut penggunaan jilbab merupakan aturan sekolah.

Lihat juga video 'Guru Besar UNY Soroti Siswi Bunuh Diri karena Belajar Online':

[Gambas:Video 20detik]



Penjelasan pihak sekolah mengenai adanya siswi nonmuslim yang diminta memakai jilbab. Baca di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2