BPIP: Aturan SMKN 2 Padang soal Jilbab Tak Sesuai Pancasila

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 22:07 WIB
Hariyono
Wakil Ketua BPIP, Prof Hariyono (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyoroti kasus siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang yang diminta sekolahnya mengenakan jilbab. Menurut BPIP, aturan Kepala SMKN 2 Padang tidak Pancasilais.

"Yang jelas, aturan kepala sekolah di atas tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan harus segera dicabut," kata Wakil Ketua BPIP, Hariyono, kepada detikcom, Jumat (22/1/2021).

Hariyono menjelaskan tugas pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa agar anak memiliki kesadaran sebagai warga negara Indonesia. Nilai-nilai Pancasila harus tertanam sejak dini lewat pendidikan. Pancasila menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan masyarakat yang inklusif (terbuka, tidak eksklusif untuk golongan tertentu).

"Setiap lembaga pendidikan (terutama sekolah dan perguruan tinggi) mempunyai tanggung jawab mengenalkan, merawat, dan mengamankan nilai-nilai Pancasila," kata Hariyono.

Dia menyoroti kedudukan Kepala SMKN 2 Padang sebagai aparatur sipil negara (ASN). Kepala sekolah harus menghormati pilihan agama masing-masing muridnya.

"Kepala sekolah yang juga ASN sejak dilantik sudah disumpah untuk setia pada Pancasila, konstitusi, dan NKRI. Untuk itulah kebijakan sekolah harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dengan menghormati pilihan agama para murid-muridnya selama tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi," tutur Hariyono.

Selanjutnya, Hariyono menyerahkan keputusan tegas untuk kepala sekolah pada Kepala Dinas dan Wali Kota Padang:

Selanjutnya
Halaman
1 2