Dua Pekan PPKM, Ciamis Klaim Angka Kasus Positif Turun Meski Masih di Zona Merah

Dadang Hermansyah - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 13:08 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Ciamis Bayu Yudiawan
Foto: Dadang Hermansyah
Ciamis -

Pemkab Ciamis mengklaim selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dua pekan terakhir, angka kesembuhan meningkat dan keterisian ruang isolasi menurun. Meski begitu saat ini Ciamis masih berada di zona merah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kabupaten Ciamis Bayu Yudiawan mengatakan selama diberlakukannya PPKM, ada beberapa indikator yang lebih baik secara signifikan. Seperti angka kesembuhan meningkat jadi 80 persen. Angka keterisian ruang isolasi rumah sakit dari 85 persen turun drastis jadi 50 persen, setelah ada penambahan 150 bed. Ditambah ada ruang isolasi terpusat sebanyak 40 bed.

"Case fatality rate menurun dengan bertambahnya deniminator kisaran 3,5 persen. Rasio kasus aktif turun jadi 16,8 persen setelah meningkatnya angka kesembuhan," ungkap Bayu.

Dengan PPKM tersebut, kata dia, sinergitas kinerja lintas sektoral untuk mengatasi COVID-19 meningkat. Terutama dalam penegakan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Memang dari 4 indikator penentu pemberlakukan PPKM ini, Ciamis masih ada yang diatas rata-rata nasional tapi terkait dengan diperpanjangnya PPKM tentu kita tunggu kebijakan pusat, provinsi maupun kabupaten," katanya.

Menurut Bayu, pemberlakukan PPKM ini memiliki dua sisi, yakni untuk pencegahan COVID-19 sangat berdampak, karena adanya penurunan angka kematian dan kesakitan. Namun sisi lain dampak negatifnya dari sisi produktifitas masyarakat.

"Jadi kita tunggu juga nanti dari kebijakan Satgas PEN (pemulihan ekonomi nasional). Makanya tidak bisa disimpulkan dari satu frame sudut pandang saja. harus ada kajian, pertimbangan dan musyawarah dari para pemegang kebijakan," katanya.

Data terakhir, Kamis 21 Januari 2021 jumlah total kasus positif sebanyak 1.630 orang. Positif aktif sebanyak 274 orang dan meninggal 57 orang, sembuh 1.299 orang. Yang menjalani isolasi mandiri 250 orang, dan dirawat di rumah sakit 24 orang.

(ern/ern)