BPBD Sulut: Listrik di Melonguane Talaud Sudah Menyala, di Pulau Belum

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 22:45 WIB
Sejumlah Wilayah di Kepulauan Talaud Alami Kerusakan.
Sejumlah Wilayah di Kepulauan Talaud Alami Kerusakan (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di timur laut Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut Joy Oroh mengatakan listrik di ibu kota Talaud, Melonguane, saat ini sudah menyala.

"Di ibu kota sudah nyala, di pulau-pulau belum. Ibu kota Talaud itu namanya Melonguane," ujar Joy saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

Menurutnya, listrik di Talaud sempat mati akibat adanya gempa. Listrik di Meloguane kembali menyala sekitar pukul 23.00 Wita.

"Ya sekitar setengah jam lalu," ucapnya.

Selain itu, Joy menyebut kondisi transportasi di Melonguane dalam keadaan baik. Namun, dia belum mengetahui secara pasti kondisi di desa-desa yang ada di pulau.

"Jadi fasilitas transportasi di ibu kota masih bagus, ada rumah sakit retak lantainya di ibu kota," katanya.

Lebih lanjut, Joy menerangkan BPBD Sulut menerima informasi ada beberapa rumah warga di desa-desa yang mengalami kerusakan. Namun, dia belum dapat merinci berapa jumlah rumah yang rusak dan seberapa parah kerusakannya.

"Belum ada sampai saat ini (laporan korban) belum ada, di desa ada informasi ada rumahnya retak, tapi kalau roboh belum ada informasi," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud Steven Edwin Maarisit melaporkan adanya sejumlah kerusakan akibat gempa bermagnitudo 7,1 di Timur Laut Sulut. Kerusakan dilaporkan ada di lima kelurahan.

Steven melaporkan, data kerusakan itu didapat per pukul 21.51 Wita, Kamis (21/1/2021). Salah satu bangunan yang rusak adalah bangunan pos kesehatan di salah satu desa kepulauan ini mengalami kerusakan.

"Pos Kesehatan di Desa Bengkel, Kecamatan Beo, Kabupaten Kepulauan Talaud, mengalami kerusakan," ujar Steven.

Berikut ini laporan data sementara terkait dampak gempa M 7,1:

1. Korban jiwa: Masih dalam monitoring
2. Korban luka-luka: Masih dalam monitoring
3. Kerugian materiil:
a. Kelurahan Desinung-Naulana Desa Bantik Kecamatan Beo (Dinding belakang roboh)
b. Kelurahan Rade-Arendeng, Desa Rae Kecamatan Beo Utara (Rusak ringan)
c. Kelurahan Mulaki-Maasawet, Desa Rae Kecamatan Beo Utara (Rusak ringan)
d. Kelurahan Magenda-Pontoh, Desa Mala Kecamatan Melonguane (Dapur roboh)
e. RSUD Mala (Lantai tegel pecah)

(man/idn)