Evakuasi Sriwijaya Air Ditutup, Bagaimana Nasib Memori CVR?

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 19:16 WIB
Komponen CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182
Komponen CVR Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ182 (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi secara resmi telah menutup operasi pencarian dan pertolongan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Namun, hingga saat ini memori dari black box SJ182, yakni CVR (cockpit voice recorder), belum ditemukan.

Budi menyampaikan operasi lanjutan evakuasi SJ182 bakal dilaksanakan di bawah komando Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Salah satu yang akan difokuskan adalah menemukan CVR.

"Namun demikian, kami berkomitmen tetap melakukan upaya-upaya dan mengalih lead daripada ini ke KNKT di mana KNKT sudah mendapat kesepakatan dari KSAL, TNI, dan Polri untuk melakukan operasi lanjutan dengan yang ada di Pulau Lancang. Tentu apa yang dilakukan di antaranya upaya menemukan CVR di mana Presiden juga mengharapkan itu ketemu sehingga analisa yang dilakukan oleh KNKT akan paripurna," ujar Menhub Budi dalam jumpa pers di JICT II, Kamis (21/1/2021).

Terlebih, Basarnas juga akan tetap melakukan pemantauan secara aktif. Jika masyarakat menemukan suatu hal yang berkaitan dengan korban atau SJ182, segera ditindaklanjuti.

Termasuk KNKT yang juga berkomitmen terus mencari memori CVR. Segala bantuan ditawarkan kepada pihak KNKT meskipun operasi sudah ditutup demi melengkapi investigasi penyebab jatuhnya SJ182.

"Pertama yang ingin saya sampaikan bahwa memang operasi SAR sesuai dengan tugasnya adalah setelah ditunjuk. Tetapi kami dari KNKT sebagai tanggung jawab kami melakukan investigasi, kami masih akan terus melakukan pencarian CVR yang sampai hari ini belum ditemukan," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

"Dan kami juga didukung dari Kemenhub, dari TNI AL, Polri, Basarnas, dan dari unsur-unsur yang lain yang menawarkan bantuan kepada KNKT termasuk dari Dinas Perbuhungan DKI, juga warga Pulau Seribu sangat antusias membantu investigasi yang dilakukan KNKT," sambungnya.

(idn/idn)