TP3 Minta Pelaku Penembakan Laskar FPI, Atasan hingga Jokowi Tanggung Jawab

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 13:55 WIB
TP3 terkait tewasnya 6 laskar FPI.
TP3 menggelar konferensi pers terkait tewasnya 6 laskar FPI. (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) menilai tindakan aparat kepolisian di kasus penembakan laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab adalah tindakan melampaui batas dan brutal. TP3 mengutuk keras aksi penembakan yang dilakukan kepolisian.

"TP3 menilai, apa pun alasannya, tindakan aparat kepolisian tersebut sudah melampaui batas, dan di luar kewenangan, di luar menggunakan cara-cara kekerasan, di luar prosedur hukum dan keadilan, atau extrajudicial killing, tindakan brutal aparat polisi ini merupakan bentuk penghinaan terhadap proses hukum dan pengingkaran atas asas praduga tidak bersalah dalam pencarian keadilan, sehingga bertentangan dengan Pancasila UUD 1945 dan peraturan yang berlaku," kata anggota TP3 Marwan Batubara saat konferensi pers di Hotel Century, Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Marwan mengutuk keras tindakan polisi ini. Marwan meminta agar pelaku penembakan diproses hukum.

"Karena itu TP3 mengutuk dan mengecam keras para pelaku pembunuhan, termasuk atasan dan pihak-pihak terkait. TP3 menuntut pelakunya diproses hukum secara adil dan transparan," kata Marwan.

Tidak hanya itu, TP3 meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertanggung jawab atas tindakan ini. "Sebagai pemimpin pemerintahan, TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut," ucapnya.

Selain itu, TP3 meminta negara menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga laskar FPI yang tewas. Sebab, menurut Marwan, penyerangan laskar FPI ini adalah tindakan tidak manusiawi yang dilakukan dengan sengaja.

"TP3 menilai penyerangan sistematis pada warga sipil enam anggota laskar FPI merupakan tindakan tidak manusiawi yang dengan sengaja menyebabkan penderitaan berat, atau luka berat pada tubuh, atau untuk kesehatan mental dan fisik, sampai saat ini Negara Kesatuan Republik Indonesia belum pernah memberikan pertanggungjawaban publik atas peristiwa pembunuhan 6 laskar FPI, dan tidak menyampaikan permintaan maaf atau belasungkawa kepada keluarga mereka. Bagi kami, ini adalah pengingkaran terhadap hak-hak korban dan keluarganya yang semestinya dijamin oleh negara," paparnya.

Tokoh-tokoh yang membentuk TP3 adalah:
Muhammad Amien Rais
Abdullah Hehamahua
Busyro Muqoddas
Muhyiddin Junaidi
Marwan Batubara
Firdaus Syam
Abdul Chair Ramadhan
Abdul Muchsin Alatas
Neno Warisman
Edi Mulyadi
Rizal Fadillah
HM Mursalin
Bukhori Muslim
Samsul Badah
Taufik Hidayat
HM Gamari Sutrisno
Candra Kurnia
Adi Prayitno

Seperti diketahui, terkait tewasnya enam anggota laskar FPI ini juga diinvestigasi oleh Komnas HAM. Hasilnya, Komnas HAM merekomendasikan agar pengusutan peristiwa tewasnya empat anggota laskar FPI dilanjutkan ke pengadilan. Berdasarkan hasil investigasi Komnas HAM, enam anggota laskar FPI tersebut tewas dalam dua peristiwa berbeda. Tewasnya empat orang laskar disebut sebagai extrajudicial killing.

Soal kasus penembakan terhadap 6 laskar FPI ini juga ditanyakan dalam fit and proper test calon Kapolri di DPR kemarin. Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit menyatakan komitmennya menindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM.

"Terkait masalah extrajudicial killing yang direkomendasikan Komnas HAM, kami dalam posisi sikap mematuhi dan menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas, tentunya akan kita ikuti," kata Komjen Sigit di Komisi III DPR, Rabu (20/1).

Simak video 'Amien Rais Dkk Minta Jokowi Tanggung Jawab soal Tewasnya 6 Laskar FPI':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/tor)