Duduk Perkara 'Tugu Selamat Datang' Berujung Denda ke Grand Indonesia

ADVERTISEMENT

Round-Up

Duduk Perkara 'Tugu Selamat Datang' Berujung Denda ke Grand Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 07:52 WIB
Patung Selamat Datang
Tugu Selamat Datang. (Foto: Ari Saputra)

Sementara itu, masih dalam putusan PN Jakpus, pihak Grand Indonesia menyatakan Grand Indonesia diduga telah melanggar hak cipta milik Penggugat.

"Bila demikian halnya, maka yang harus dilakukan oleh Penggugat adalah terlebih dahulu mengajukan gugatan pembatalan atas merek-merek milik Tergugat, dan sesudahnya bila Tergugat masih menggunakan Ciptaan milik Penggugat, barulah Penggugat dapat menuntut Tergugat telah melakukan pelanggaran atas Hak Cipta milik Penggugat," demikian bunyi jawaban pihak Grand Indonesia dalam putusan PN Jakpus di halaman 9 yang dikutip detikcom, Rabu (20/1/2021).

Grand Indonesia pun menilai gugatan ahli waris Henk Ngantung kabur dan prematur. Menurut pihak tergugat, Monumen Selamat Datang diresmikan oleh Sukarno pada 1962. Penggugat baru mendaftarkan (mencatatkan) haknya pada 2009 dan dicatatkan pada 2010.

"Sehingga gugatan Penggugat yang demikian haruslah ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima," ujarnya.

"Henk Ngantung pada saat membuat sketsa Patung/Tugu Selamat Datang adalah atas perintah Presiden Soekarno dan dalam posisi sebagai Wakil Gubernur Jakarta, sehingga (Alm) Henk Ngantung maupun ahli warisnya tidak berhak menyebut dirinya sebagai Pencipta/Pemegang Hak Cipta karena tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 7 dan Pasal 8 Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta," bebernya.

Walaupun sudah pernah didaftarkan (dicatatkan) sebelumnya pada 2010 di bawah No 46190 oleh Penggugat, menurut pihak Grand Indoensia, pendaftaran (pencatatan) tersebut tidak bisa dinyatakan sebagai tanda pengakuan negara atas Sketsa "Tugu Selamat Datang" merupakan ciptaan (Alm) Henk Ngantung.

"Karena pencatatan tersebut hanya berupa anggapan hukum, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti kepemilikan," cetusnya.

Grand Indonesia dalam waktu dekat akan mengganti logo 'Tugu Selamat Datang' yang mereka gunakan. Penggantian logo itu dilakukan sebagai bentuk menghormati putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), yang menyatakan hak cipta 'Tugu Selamat Datang' ada pada ahli waris Henk Ngantung.

"Sebagai perusahaan yang taat peraturan, kami dalam waktu dekat akan mengganti logo," kata Corporate Communications Manager Grand Indonesia Dinia Widodo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/1/2021).

Grand Indonesia menyatakan tidak akan melakukan upaya perlawanan hukum atas putusan PN Jakpus tersebut. Pihaknya sedang melakukan langkah untuk melaksanakan putusan tersebut.

"Termasuk itu," kata Dinia soal hukuman denda Rp 1 miliar yang dijatuhkan kepada Grand Indonesia.

Grand Indonesia mengaku sebagai perusahaan yang taat peraturan perundang-undangan di Indonesia. Termasuk dalam memakai logo 'Tugu Selamat Datang' sudah dilakukan sesuai prosedur hingga muncul putusan PN Jakpus.

"Kami tidak berencana melakukan upaya hukum atas putusan itu," Dinia menegaskan.


(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT