Polisi Tangkap 2 Kurir Sabu Jaringan Napi Lapas Tenggarong di Samarinda

Suriyatma - detikNews
Kamis, 21 Jan 2021 02:06 WIB
Ilustrasi narkoba/ ilustrasi sabu, ilustrasi barang bukti sabu
Foto: Ilustrasi narkoba (Ari-detikcom)
Samarinda -

Polisi menangkap dua kurir peredaran sabu di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur. Dua kurir sabu ini dikendalikan oleh seorang narapidana di LP Tenggarong.

Dua kurir sabu itu bernama Supriadi alias Adi (51) warga Samarinda dan Andi Ona alias Ona (35) warga Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara. Kedua merupakan orang suruhan Sunardi (34) Narapidana Lapas Tenggarong Kelas II A Kutai Kartanegara.

"Otaknya itu Sunardi dia yang memesan dan mengarahkan barang dibawa kemana, termasuk membiayai pengiriman sabu-sabu, diduga asal China yang diselundupkan lewat Malaysia, Ini sudah pengiriman yang kelima kalinya, dari tahun 2020 dan tahun ini, untuk pastinya kami belum bisa pastikan, tetapi mereka mengakunya sudah lima kali," kata Kasatreskoba Polresta Samarinda, Kompol Andhika Darma Sena, Rabu (20/1/2021).

Pengungkapan kasus peredaran narkoba yang dikendalikan oleh seorang narapidana ini bermula saat anggota Satreskoba Polresta Samarinda, mendapatkan informasi akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu-sabu dalam jumlah besar di sekitar jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang pada Jumat. Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap seorang pengendara motor yang kedapatan membawa sabu seberat 3 kg.

"Benar saja saat petugas kami lakukan penggeledahan, Kami temukan satu bungkus plastik hitam dan saat dibuka terdapat satu buah kardus, yang ternyata di dalamnya terdapat tiga bungkus besar plastik, berisi sabu-sabu, yang masing-masing seberat 1 kg lebih, dengan total keseluruhan 3.040,38 gram bruto," ujarnya.

Andhika menyebut sabu itu diduga berasal dari China. Sabu itu dimasukkan dalam kemasan bungkus teh hijau. Tak berhenti di situ, Andhika mengatakan petugas mengembangkan kasus itu dan berhasil menangkap Andi Ona alias Ona (35) warga sanga-sanga kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kami langsung menuju ke Sanga Sanga, tepatnya di Jalan Padat Karya RT.04 Kelurahan Sanga Sanga Muara Kecamatan Sanga Sanga. Dan sekitar pukul 21.00 WITA kami mengamankan Ona, dengan barang bukti bungkusan plastik warna hitam di lantai kamar rumahnya, yang sempat dia buang," kata Andhika.

"Saat diperiksa ternyata berisi sebuah tas kecil warna biru, di dalamnya terdapat tiga poket sabu-sabu seberat 25,84 gram bruto," lanjut Andika.

Andhika menyebut Ona mengakui jika barang haram tersebut dipesan oleh seseorang bernama Sunardi alias Nardi (34) yang merupakan narapidana di Lapas Tenggarong. Polisi langsung menangkap Nardi.

Polisi juga masih mengejar DPO berinisial DD. DD ini diduga menjadi rekan Nardi dalam jaringan tersebut.

"Bilangnya, DD ini minta tolong untuk melancarkan kedatangan sabu-sabu miliknya ini dan diedarkan di kawasan Kukar, yakni kepada pekerja-pekerja tambang disana. Dan kami masih melakukan pendalaman terhadap DD yang ada di Kubar ini," tandasnya.

Sementara pengakuan kedua tersangka Andi Ona mengaku mengedarkan sabu itu area pertambangan di Kutai Kartanegara (Kukar). Sementara, Supriadi mengaku mendapat upah Rp 500 ribu.

"Saya belum tahu berapa dikasih, kalau sebelumnya Rp 500 ribu dan saya juga tidak tahu kalau barangnya ini banyak, beda sama sebelumnya," kata Supriyadi yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan.

(ibh/ibh)