Tersangka Kasus Mesum Sesama Jenis dengan Nakes di Wisma Atlet Ditahan

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 20:34 WIB
Pasien positif Corona yang diketahui melakukan mesum di Wisma Atlet ditetapkan polisi sebagai tersangka. Ia pun terancam dijerat pasal UU ITE dan Pornografi.
Pasien Corona yang mesum sesama jenis dengan nakes di Wisma Atlet ditetapkan sebagai tersangka pornografi. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

JM (23), pasien Corona yang mesum sesama jenis dengan tenaga kesehatan (nakes) di Wisma Atlet, telah ditetapkan sebagai tersangka. JM kini resmi ditahan di Polres Metro Jakarta Pusat.

"Sudah ditahan, ya," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Burhanuddin saat dihubungi detikcom, Rabu (20/1/2021).

Burhanuddin mengatakan, JM dinyatakan sudah sembuh dari Corona dan telah selesai menjalani isolasi. Sebelum diperiksa polisi, JM juga sudah di-swab test dan dinyatakan negatif Corona.

"Untuk pasien (JM) karena sudah selesai isolasi dan swab dua kali dinyatakan negatif," ujarnya.

Selain itu, Burhanuddin mengatakan oknum nakes KA pun telah menjalani swab test dan dinyatakan negatif. Diketahui keduanya sempat berhubungan intim dengan kondisi tersangka JM saat itu masih berstatus positif Corona.

Bagi JM sendiri, polisi menjeratnya dengan tindakan pornografi. Dia dipersangkakan dengan Pasal 36 Juncto Pasal 10 UU No 44 tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu JM juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 UU RI No 19/2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang Informasi dan/atau Transaksi Elektronik berkaitan dengan asusila.

Burhanuddin mengatakan pelaku diancam penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal mencapai Rp 1 miliar.

Sementara tenaga kesehatan yang mesum sejenis dengan JM berstatus sebagai saksi. Menurut Burhanuddin, pihaknya tidak memiliki landasan hukum untuk menjerat hukum oknum nakes tersebut.

"Karena UU kita belum ada yang mengatur. Kami tegaskan, yang diterapkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik berkaitan dengan menyebarkan konten yang mengandung unsur konten pornografi atau asusila. Karena dia menyebarkan, dia kita jadikan tersangka," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi pada konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (19/1).

Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan pihaknya juga belum mendapatkan adanya temuan kasus serupa terjadi di RS Wisma Atlet. Dari pengakuan kedua tersangka keduanya mengaku baru dua kali melakukan aksi mesum di rumah sakit khusus pasien COVID-19 tersebut.

Selain itu, Burhanuddin memastikan tersangka JM tidak merekam aksi mesumnya dan memperjualbelikan ke komunitas gay. Dia menyebut aksi tersangka hanya menyebarkan isi percakapannya dengan KA ke medsos berbekal rasa iseng semata.

"Ya hanya iseng aja. Sama mau mengejar perhatian sama kelompok mereka yang lain," pungkas Burhanuddin.

(ygs/mei)