ADVERTISEMENT

Dalil Grand Indonesia Pakai Logo 'Tugu Selamat Datang' hingga Didenda Rp 1 M

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 16:52 WIB
Mal Grand Indonesia Sepi di Tengah Virus Corona
Grand Indonesia (Soraya Novika/detikcom)

Pembuatan sketsa tersebut berlangsung beberapa kali dalam beberapa waktu yang berbeda-beda, sampai akhirnya disetujui bentuk patung/tugu tersebut oleh Presiden Sukarno. Setelah Presiden Sukarno menyetujui sketsa patung tersebut, selanjutnya Edhy Sunarso membuat patung/tugu tersebut.

"Oleh karena itu, Patung/Tugu Selamat Datang dibuat oleh Edhy Sunarso berdasarkan pesanan dari Presiden Sukarno," katanya.

Dalam dalilnya, pihak Grand Indonesia mengatakan, dalam hal suatu ciptaan dibuat dalam hubungan kerja atau berdasarkan pesanan, pihak yang membuat karya cipta tersebut dianggap Pencipta dan Pemegang Hak Cipta, kecuali apabila diperjanjikan lain antara sebagai kedua pihak.

Karena tidak ada yang diperjanjikan, maka menurut pihak Grand Indonesia, secara yuridis, Edhy Sunarso-lah pencipta Tugu Selamat Datang.

"Karena tidak ada diperjanjikan antara kedua pihak, maka secara juridis Edhy Sunarso adalah Pencipta dan Pemegang Hak Cipta Patung/Tugu Selamat Datang tersebut. Dimohon merujuk pada Pasal 36 Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta beserta penjelasannya," ujar pihak Grand Indonesia.

Namun argumen Grand Indonesia sia-sia. PN Jakpus menilai Grand Indonesia memakai logo 'Tugu Selamat Datang' tanpa izin sehingga dikenakan denda Rp 1 miliar.

"Menghukum Tergugat untuk membayar kerugian materiil yang dialami Penggugat atas penggunaan Logo Grand Indonesia sebesar Rp 1 miliar," kata majelis hakim Agung Suhendro dengan anggota Dulhusin dan Robert.


(asp/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT