Wawalkot: 50 Persen Pasien di RS Bogor Berasal dari Luar Kota

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 16:29 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim
Dedie A Rachim (Foto: dok. Pemkot Bogor)
Bogor -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengaku keterisian bed rumah sakit (RS) sudah 87 persen, yang seperempatnya diisi oleh pasien Bodetabek. Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut RS di Kota Bogor pun juga melayani pasien dari luar domisili.

"Demikian juga RS di Kota Bogor bed occupation ratio di atas 80 persen, di mana 50 persen pasien berasal dari luar Kota Bogor," ujar Dedie saat dihubungi, Rabu (20/1/2021).

Dedie menambahkan, RS di Kota Bogor banyak merawat pasien asal Kabupaten Bogor. Selain itu, lanjutnya, RS di Kota Bogor merawat orang-orang berdomisili Depok dan DKI Jakarta.

Dia pun mengatakan RS tidak boleh menolak pasien yang datang. "Atas nama kemanusiaan, selama ada tempat tidur di RS, maka kita tidak boleh menolak pasien," tegasnya.

Dedie menduga banyaknya pasien yang datang ke RS-RS di DKI Jakarta terjadi lantaran banyak warga yang tinggal di Bodetabek namun ber-KTP Jakarta. Selain itu, sambungnya, banyak warga Bodetabek yang bekerja di Jakarta.

"Jadi (banyak orang ke RS di Jakarta) telah terjadi persilangan asal pasien dari wilayah Jabodetabek. (Hal ini terjadi) karena faktor rumah tinggal atau karena tempat bekerja," bebernya.

Terkait RS di Kota Bogor yang sudah hampir penuh, Dedie mengatakan Pemkot Bogor membangun RS Lapangan. Dedie mengatakan RS Lapangan yang belum lama diresmikan ini akan menangani 65 pasien positif COVID-19 bergejala ringan sampai sedang.

"Baru saja kita resmikan RS Lapangan beberapa hari lalu. Selanjutnya, (Pemkot Bogor juga) meminta semua RS menambah kapasitas daya tampung dan kemampuan menambah jumlah pasien COVID-19," tandas Dedie.

Sebelumnya, kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta sudah hampir penuh. Saat ini, rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI kapasitasnya tinggal 13 persen.

Hal itu disampaikannya Pemprov DKI melalui akun Instagramnya, @dkijakarta. Data tersebut diunggah pada Selasa (19/1) kemarin.

"Berikut gambaran terkini kondisi rumah sakit di Jakarta. Kapasitas tersisa 13% lagi untuk menampung pasien COVID-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta," tulis @dkijakarta seperti dilihat detikcom, Rabu (20/1).

Dalam unggahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyebut jumlah pasien tersebut tidak semua warga Jakarta, melainkan ada juga warga Bodetabek yang juga dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI.

"RS di Jakarta hampir penuh, 1/4 pasien asal Bodetabek per tanggal 17 Januari 2021," katanya.

(sab/isa)