1/4 Bed RS DKI dari Bodetabek, Pemkab Bogor: Jangan Lihat KTP dari Mana

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 14:34 WIB
Tower 8 dan 9 Wisma Atlet Pademangan dialihfungsi jadi tempat isolasi pasien COVID-19. Area itu diperuntukan untuk pasien COVID-19 tanpa gejala-bergejala ringan
ilustrasi tempat isolasi (Pradita Utama/detikcom)
Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah mengetahui informasi bahwa tempat tidur di Rumah Sakit (RS) DKI Jakarta diisi pasien asal Bodetabek. Pemkab Bogor menyebut penanganan COVID-19 tidak melihat identitas kependudukan pasien.

"Tapi informasi itu kita peroleh juga, informasi itu dari DKI ya. Itu banyak juga warga Bodebek yang dilakukan treatment (pengobatan) di DKI. Intinya mereka juga nggak bisa nolak ya, ini soal kemanusiaan," ucap jubir Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan saat dihubungi, Rabu (20/1/2021).

Irwan menerangkan banyak warga Kabupaten Bogor yang datang ke Jakarta untuk berobat. Meski begitu, lanjutnya, Pemkab Bogor juga menerima pasien dari luar domisili. Dia mengatakan RS-RS di Pemkab Bogor juga merawat pasien asal Jakarta.

"Iya, makanya kan sekarang ini nggak dibatasi administrasi ya. Misalnya dia (pasien) KTP-nya di Jakarta, terpaparnya di Bogor, dia bertempat tinggal di kita, ya kita lakukan perawatan, diterima gitu. Jadi jangan lihat lagi KTP-nya dari mana," kata Irwan.

Dia pun mengatakan tingkat keterisian RS di Kabupaten Bogor sudah mencapai 91,8 persen. Meski demikian, Irwan menerangkan penularan COVID-19 masih masif.

Untuk mengantisipasi agar RS tidak penuh, Irwan menjelaskan Pemkab Bogor sedang mempersiapkan tempat di Megamendung, yang nantinya akan dipakai untuk pasien orang tanpa gejala (OTG).

"Kita tempat isolasi yang disiapkan oleh pemda ada dua, di (Kecamatan) Kemang sama Megamendung. Dan Megamendung sedang dalam proses penyelesaian, mungkin nggak lama lagi bisa dioperasikan secara full. Kebijakan lainnya, kita beberapa waktu lalu sudah membahas secara teknis, rakor, mudah-mudahan ada, bisa penambahan di beberapa rumah sakit daerah, mungkin ada penambahan tempat tidur," tandas dia.

Sebelumnya, kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta sudah hampir penuh. Saat ini, rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI kapasitasnya tinggal 13 persen.

Hal itu diiampaikan Pemprov DKI melalui akun Instagram @dkijakarta. Data tersebut diunggah pada Selasa (19/1) kemarin.

"Berikut gambaran terkini kondisi rumah sakit di Jakarta. Kapasitas tersisa 13% lagi untuk menampung pasien COVID-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta," tulis @dkijakarta seperti dilihat detikcom, Rabu (20/1/2021).

Dalam unggahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyebut jumlah pasien tersebut tidak semua warga Jakarta. Ada juga warga Bodetabek yang dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI.

"RS di Jakarta hampir penuh, 1/4 pasien asal Bodetabek per tanggal 17 Januari 2021," katanya. (sab/isa)