Menantu Nurhadi Masih Positif COVID-19, Sidang Ditunda hingga 27 Januari

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 15:03 WIB
Sidang Dakwaan Kasus Suap Nurhadi
Sidang Nurhadi (Arun/detikcom)
Jakarta -

Menantu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Rezky Herbiyono, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet karena terpapar COVID-19. Sidang perkara suap dan gratifikasi Nurhadi dan Rezky pun kembali ditunda.

"Izin khusus terdakwa Rezky Herbiyono masih di Wisma Atlet, dan kemungkinan Jumat besok tes PCR, dan untuk hasilnya kita juga beluk tahu juga. Kondisinya memang semakin membaik, tapi karena protapnya di-swab lagi Jumat, jadi kita tunggu pemeriksaannya. Jadi kalau bisa (sidang) ditunda ke Rabu, nanti kami akan sampaikan ke panitera hasilnya," kata jaksa KPK dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2021).

Pengacara Nurhadi, Maqdir Ismail, dan Nurhadi pun keberatan jika ditunda ke Rabu (27/1). Nurhadi ingin sidang ditunda ke Jumat (29/1).

Namun, setelah mempertimbangkan jumlah saksi yang dihadirkan masih banyak, hakim memutuskan sidang ditunda ke Rabu (27/1).

"Setelah kami memeriksa rencana sidang yang sudah kami susun, dengan jumlah saksi dari JPU masih 10, kemudian belum lagi saksi a de charge, atau ahli dari terdakwa, dan JPU karena masih banyak yang perlu kami periksa, kita tetapkan sidang berikutnya Rabu, karena kita terpepet waktu. Mohon pengertiannya, karena saksi masih banyak sehingga sidang kita tidak tunda Jumat, tapi Rabu tanggal 27 Januari," tutup hakim ketua Saifudin Zuhri.

Dalam sidang ini, Nurhadi didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp 83 miliar bersama-sama dengan Rezky Herbiyono terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali. Nurhadi dan Rezky didakwa menerima suap dan gratifikasi dalam kurun 2012-2016.

Uang suap ini diterima Nurhadi dan Rezky dari Hiendra Soenjoto selaku Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) agar keduanya membantu Hiendra dalam mengurus perkara. Jaksa menyebut tindakan Nurhadi itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai Sekretaris MA.

(zap/knv)