Belum Izinkan Sekolah Dibuka, Gubsu: Ortu Susah Diatur Prokes, Apalagi Anak

Ahmad Arfah - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 14:55 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (kemeja putih)-(Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi kembali menegaskan Pemprov Sumut belum mengizinkan sekolah dibuka untuk belajar tatap muka di tengah pandemi Corona. Dia menyebut belajar tatap muka belum diizinkan demi mencegah penyebaran virus Corona.

"Tolong beri tahu ini, ini menjadi polemik. Kesehatan ini sangat berbahaya apabila anak-anak kita sekolah," kata Edy di SMAN 1 Medan, Rabu (20/1/2021).

Dia menyebut sekolah belum dibuka karena pihaknya menilai sulit menerapkan disiplin protokol kesehatan (prokes) demi mencegah Corona pada anak-anak. Edy mengatakan orang tua saja sulit mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Orang tuanya saja susah diatur untuk disiplin 3M, itu protokol kesehatan, apalagi anak-anaknya. Pakai masker, nanti tidak pakai dia, dia main-main di sini, dia kena, terpapar, pulang, kena orang tua, kena kakeknya, kena temannya, habis nanti kita," ujar Edy.

Edy mengatakan jumlah positif Corona di Sumut sudah menembus 19 ribu kasus. Dia khawatir kapasitas rumah sakit yang ada tak cukup untuk menampung pasien Corona.

"Tolong pahami semua. Sabar dulu, nanti di bulan Maret saya akan evaluasi kembali. Soal pendidikan jangan tanya sama orang politik, jangan sama orang ekonomi. Sama ahli-ahlinya. Dokter anak, psikologi anak, sehingga dia mempelajari pasti dampak dari tidak dilakukannya 3M itu," tutur Edy.

Sebelumnya, sempat beredar kabar Edy memarahi ulama asal Mandailing Natal (Madina) karena meminta sekolah dibuka untuk belajar tatap muka. Edy pun menepis dirinya memarahi ulama. Dia mengatakan dirinya hanya menjelaskan alasan belum memberi izin sekolah dibuka.

"Kondisi COVID-19 di Sumatera Utara itu perlu perhatian khusus sampai-sampai pemerintah menggelontorkan vaksin kepada tenaga kesehatan kita. Ini yang sedang berjalan. Sehingga bisa kita bayangkan ini kalau sekolah dibuka, orang tua kita saja masih sulit melakukan protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker, apalagi anak-anak kita. Itulah yang saya jelaskan," ucapnya, Senin (18/1).

"Tetapi masih tidak terima. Kalau tidak terima, pulang, ini adalah wewenang saya," sambung Edy.

(haf/haf)