Round-Up

Kala Gubsu Edy Bicara Ulama Jangan Paksa Umara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 23:24 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah)/(Ahmad Arfah-detikcom)
Foto: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (tengah)/(Ahmad Arfah-detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dikenal dekat dengan ulama. Sebagai umara (pemerintah), Gubsu Edy tidak menjaga jarak dengan ulama.

Sempat beredar kabar Gubsu Edy memarahi ulama. Namun kabar tersebut ditepisnya.

"Tanyakan yang marah siapa?" kata Edy di rumah dinasnya, Medan, Senin (18/1/2021).

Edy menyatakan hal tersebut setelah beredar kabar dirinya memarahi ulama yang meminta sekolah di Mandailing Natal (Madina) dibuka untuk belajar tatap muka.

Edy mengatakan saat kejadian itu dia hanya menjelaskan soal risiko jika sekolah tetap dibuka saat pandemi Corona atau COVID-19 belum berakhir. Dia mengatakan belajar tatap muka di sekolah berisiko membuat para siswa dan guru terinfeksi virus Corona.

"Kondisi COVID-19 di Sumatera Utara itu perlu perhatian khusus sampai-sampai pemerintah menggelontorkan vaksin kepada tenaga kesehatan kita. Ini yang sedang berjalan. Sehingga bisa kita bayangkan ini kalau sekolah dibuka, orang tua kita aja masih sulit melakukan protokol kesehatan khususnya menggunakan masker, apalagi anak-anak kita. Itulah yang saya jelaskan," ucapnya.

Menurut informasi yang viral, ulama yang mengaku dimarahi Edy adalah Syekh Abdul Bais Nasution dan Ustaz Mahyuddin. Momen pertemuan mereka terjadi usai melakukan salat subuh berjemaah di Masjid Agung Medan.

Singkat cerita, dua ulama itu tetap meminta agar sekolah di Madina untuk dibuka meski Edy sudah menjelaskan. Dia lalu meminta kedua ulama itu untuk pulang.

Momen itu kembali diceritakan Edy saat membuka rapat kerja terbatas (Rakertas), Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara di Kantor BPDSDM Sumut, Jalan Ngalengko, Medan, Selasa (19/1/2021). Dia bicara soal ulama tak memaksa umara.

"Saudara-saudara saya, mana orang Madina ini? Madina, saya tak ada urusan. Datang ustaz, datang ke tempat saya salat Subuh bersama di Masjid Gubernuran. Salat, selesai salat, 'Pak Gub, saya kepingin ngomong. Ini tabayyun saya'. 'Oh boleh'. Sekda-nya ikut di situ. Oh Sekda, ada apa ini saya pikir. 'Pak Edy, atas permintaan rakyat Madina, tolong sekolah tatap muka dibuka'. Saya bilang 'COVID-19'. Saya sampaikan di Madina saat ini seperti ini begana-begini," ujar Edy.

Edy mengatakan ustaz tersebut terus meminta sekolah di Madina diizinkan tatap muka. Namun, Edy mengatakan dirinya belum mengizinkan sekolah tatap muka karena harus menunggu kajian ulang pada Maret 2021.

Selanjutnya
Halaman
1 2