PDIP: Tak Masalah RS DKI Diisi Pasien COVID Bodetabek, Jangan Dibatasi Wilayah

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 14:11 WIB
Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono (Foto: dok. istimewa)
Jakarta - Rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta kapasitasnya kini tersisa 13 persen dengan seperempat jumlah pasien berasal dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek). Fraksi PDIP DKI Jakarta mengatakan urusan kemanusiaan tidak dibatasi wilayah.

"Soal diisi oleh warga Bodetabek, ya saya kira tidak jadi masalah. Karena ini urusan kemanusiaan, jangan dibatasi oleh wilayah. Di sinilah perlunya koordinasi antara pemprov, pemerintah pusat, dan wilayah penyangga," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

Gembong meminta Pemprov DKI bekerja sama dengan pihak lain mengenai ketersediaan kapasitas rumah sakit yang semakin tipis. Menurutnya, Pemprov DKI bisa bekerja sama dengan hotel dan lokasi lain sebagai tempat isolasi mandiri.

"Mengingat ketersediaan ruang hanya 13 persen, Pemprov harus melakukan kerja sama dengan pihak lain, untuk menambah daya tampung ruang isolasi, misalnya kerja sama dengan hotel-hotel untuk dapat digunakan sebagai ruang isolasi. Namun saya meyakini, dengan pengetatan pergerakan masyarakat Ibu Kota, akan terjadi tren penurunan penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta, apalagi vaksinasi sudah mulai berjalan," katanya.

Selain itu, kata Gembong, kolaborasi bersama masyarakat juga perlu dilakukan dalam penanggulangan COVID-19. Menurutnya, hal itu menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran terhadap masyarakat.

"Dari semua upaya yang sudah dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun Pemprov, kunci utamanya adalah keterlibatan secara aktif masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif dalam penerapan protokol kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI tidak membedakan warga yang hendak masuk ke rumah sakit di Jakarta. Semua orang akan dilayani dengan baik.

"Jadi yang saya sampaikan, apa pun kondisi rumah sakit di Jakarta itu penuh, salah satunya disebabkan memang 27-30 persen itu diisi oleh warga non-Jakarta. Dalam melayani, kami tidak pernah membedakan apa warga Jakarta atau non-Jakarta, semua adalah saudara kita, keluarga besar kita, bangsa Indonesia," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (19/1). (man/mae)