1/4 Pasien COVID RS DKI dari Bodetabek, Golkar: Perlu Solusi Pusat-Pemda

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 13:47 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan Gedung DPRD DKI Jakarta ditutup sementara karena banyak anggota yang terpapar Corona.
Gedung DPRD DKI (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI menyampaikan data bahwa seperempat pasien Corona di rumah sakit rujukan COVID-19 diisi warga Bodetabek. Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira meminta pemerintah pusat, Pemprov DKI, dan wilayah penyangga duduk bersama mencari solusi.

"Ya kan kalau nggak salah 24 persen data dari pasien yang ada di rumah sakit rujukan di Jakarta ini berasal dari Bodetabek, tapi sekali lagi Jakarta dengan daerah penyangga ini ya boleh dikatakan tidak bisa dipisahkan satu kesatuan, makanya disebut Jabodetabek, tentu ini perlu perhatian kita bersama bagaimana pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dan daerah-daerah penyangga ini duduk sama-sama untuk bagaimana memikirkan," ujar Judistira kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

Judistira mengatakan Fraksi Golkar selama ini melihat belum ada rapat besar yang dilakukan antara Pemprov DKI dan wilayah penyangga mengenai penanganan COVID-19. Menurutnya, Pemprov DKI bersama wilayah penyangga harus segera bisa mencari solusi dalam menangani pandemi COVID-19.

"Ya saya rasa belum ya, belum pernah ada duduk sama-sama, belum ada rapat besar bersama antara Pemerintah DKI Jakarta dan pemerintah daerah penyangga, ini yang perlu dilakukan ke depan untuk memikirkan solusi yang tepat bagaimana kita menanggulangi COVID-19," ucapnya.

Judistira mengatakan data yang disampaikan Pemprov DKI bukan bertujuan membeda-bedakan. Untuk itu, adanya lonjakan kasus COVID-19 ini harus segera dicarikan solusi penanganannya.

"Saya rasa nggak (mengotak-kotakkan), bukan itu maksudnya. Ini kan bicara data dan fakta bahwa memang ada warga luar Jakarta yang berobat di DKI Jakarta dan itu adalah faktanya, tentu ini udah kita jangan bicara lagi ego sektoral atau wilayah per wilayah, tapi bagaimana kita semua memikirkan untuk menanggulangi ledakan COVID-19 di DKI Jakarta, dan juga di daerah-daerah penyangga DKI Jakarta salah satunya saya pikir itu, maka perlu solusi yang diambil sama-sama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, salah satunya tadi mengadakan rumah isolasi, hotel wisma dan rumah susun yang ada di DKI Jakarta," katanya.

"Salah satunya yang Fraksi Golkar usulkan dari awal adalah menyiapkan opsi-opsi untuk adanya hotel-hotel disediakan untuk ruang isolasi, kemudian waktu itu kita usulkan bagaimana rusun yang saat ini belum terisi itu juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat isolasi ya letaknya Wisma Atlet, tapi yang dikelola oleh provinsi," imbuh Judistira.

Diketahui, kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta saat ini tersisa 13%. Hal itu disampaikan Pemprov DKI melalui akun Instagram-nya, @dkijakarta. Data tersebut diunggah pada Selasa (19/1) kemarin.

"Berikut gambaran terkini kondisi rumah sakit di Jakarta. Kapasitas tersisa 13% lagi untuk menampung pasien COVID-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta," tulis @dkijakarta seperti dilihat detikcom, Rabu (20/1).

Dalam unggahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyebut jumlah pasien itu tidak semua warga Jakarta. Ada juga warga Bodetabek yang dirawat di rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI.

"RS di Jakarta hampir penuh, seperempat pasien asal Bodetabek per tanggal 17 Januari 2021," katanya.

Tonton video 'Penjelasan Satgas Soal Isu 'Chip' hingga Rahasia Data Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(man/idn)