Korban Gempa Sulbar Ngungsi ke Parepare, Pemkot Beri Layanan Kependudukan

Hasrul Nawir - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 13:27 WIB
Rumah Kadis PU Mamuju ambruk akibat gempa Sulbar (Hermawan/detikcom).
Kondisi Kota Mamuju pascagempa bumi M 6,2 di Sulbar (Hermawan/detikcom)
Parepare -

Sejumlah korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,2 di Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mengungsi ke Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Meringankan beban para pengungsi, Pemkot Parepare memberikan layanan pengurusan administrasi kependudukan kepada para korban gempa Sulbar.

"Saya tidak ingin ada pengungsi yang tidak terlayani. Mari kita berikan pelayanan yang maksimal," ujar Wali Kota Parepare Taufan Pawe kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

Selain meminta agar para korban diberi pelayanan, Taufan mengingatkan jajarannya memberi fasilitas layanan kesehatan kepada para korban gempa Sulbar yang mengungsi di Parepare.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Parepare Adi Hidayat mengatakan layanan administrasi kependudukan yang diberikan kepada korban gempa Sulbar berupa pencetakan ulang surat-surat yang tidak sempat diselamatkan saat gempa terjadi. Seperti pengurusan KTP, kartu keluarga, dan dokumen kependudukan lainnya.

"Bagi para korban gempa, prioritas utama mereka adalah menyelamatkan diri, sehingga kemungkinan dokumen kependudukannya tidak sempat dibawa serta pada saat peristiwa terjadi. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan beban mereka tidak bertambah karena dokumen kependudukannya tidak terselamatkan," ujar Adi, Rabu (20/1/2021).

Para korban gempa Sulbar yang berada di Parepare tidak perlu datang ke Kantor Disdukcapil Parepare untuk mengurus administrasi kependudukan tersebut. Nantinya pengurus kelurahan tempat mereka mengungsi akan mendatangi titik-titik pengungsian.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pendataan korban gempa yang dokumen kependudukannya tidak terselamatkan. Laporan dari kecamatan dan kelurahan menjadi dasar kami untuk melakukan pencetakan ulang," urai Adi.

Pendataan itu dari pihak kelurahan dan kecamatan juga bermaksud untuk memastikan kebutuhan pokok dan kesehatan para pengungsi dapat terlayani.

"Khusus untuk KTP elektronik, sepanjang sudah melakukan perekaman, bisa kami cetak langsung. Sedangkan untuk dokumen lainnya, kami akan koordinasi dengan Dukcapil daerah asal, tetapi pencetakannya tetap kami lakukan di Parepare," papar Adi.

Lanjut adi, dokumen yang telah tercetak akan diantarkan langsung ke tempat pengungsi.

"Dokumen yang sudah tercetak akan kami antar langsung dengan berkoordinasi bersama lurah dan camat setempat. Intinya, pelayanan Dukcapil harus membahagiakan, khususnya bagi saudara-saudara kita korban gempa," ulas Adi.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parepare menyebutkan hingga kini tercatat 70 warga korban gempa Sulbar yang mengungsi ke Parepare. Jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah.

(nvl/nvl)