2.630 Nakes di Wisma Atlet Divaksin COVID-19 Secara Bertahap

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 12:03 WIB
Pangdam Jaya di Wisma Atlet
Pangdam Jaya di Wisma Atlet (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan (nakes) di RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, bakal divaksinasi COVID-19 secara bertahap. Vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan ini diprioritaskan karena mereka bersinggungan langsung dengan pasien.

"Sekitar 2.630 orang ini yang kita prioritaskan, karena mereka langsung bersinggungan dengan para pasien," ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, kepada wartawan, Rabu (20/1/2021).

Pangdam Jaya di Wisma AtletPangdam Jaya di Wisma Atlet (Azhar/detikcom)

Pelaksanaan vaksinasi terhadap nakes ini dimulai dari pukul 09.00 WIB sampai 13.00 WIB. Sampai pukul 09.40 WIB, vaksinasi sudah berjalan 25%.

Jumlah tenaga kesehatan yang divaksinasi di Wisma Atlet sebanyak 180 dalam setiap hari. Hari ini merupakan hari kedua proses vaksinasi di Wisma Atlet.

"Jadi saat ini sudah mencapai kurang-lebih sekitar 25% dan ini berlanjut dari jam 09.00 WIB sampai jam 13.00 WIB," kata Dudung.

Dudung turut memantau pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan di Tower 3, Lt 2 Wisma Atlet. Dudung juga terlihat bertanya kepada salah satu nakes yang sudah disuntik vaksin.

"Kemudian tadi saya tanya langsung kepada nakes yang tadi sudah disuntik, tidak ada dampak apa pun, sehat-sehat saja dan seperti biasa," kata Dudung.

Dudung mengatakan pelaksanaan vaksinasi terhadap nakes ini berjalan dengan lancar. Tempat menyimpan vaksin pun sudah sesuai dengan standar di masing-masing puskesmas.

"Tadi saya lihat secara langsung bahwa, pelaksanaan berjalan lancar. Karena tenaga kerja memang profesional, kemudian vaksin juga disimpan di tempat yang sudah sesuai dengan standar di masing-masing puskesmas," ujar Dudung.

Proses vaksinasi itu selanjutnya akan diberikan kepada tenaga profesional lainnya. Tenaga profesional yang akan divaksinasi setelah nakes di antaranya anggota TNI, kepolisian, guru, dan profesional lainnya.

"Pelaksanaan ini hanya ditujukan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu. Selanjutnya bertahap nanti akan diberikan kepada tenaga profesional dan pelayanan publik," ujar Dudung.

"Ya seperti anggota TNI, kepolisian kemudian guru dan profesional lainnya," sambung Dudung.

(knv/knv)