Menag: Jemaah Haji Diharapkan Dapat Prioritas Vaksinasi

Lusiana Mustinda - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 20:42 WIB
Muslim pilgrims pray on top of the rocky hill known as Mountain of Mercy on the Plain of Arafat during the annual hajj pilgrimage near the holy city of Mecca, Saudi Arabia, Thursday, July 30, 2020. Only about 1,000 pilgrims will be allowed to perform the annual hajj pilgrimage this year due to the virus pandemic. (Saudi Ministry of Media via AP)
Foto: AP Photo
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan kepastian pelaksanaan ibadah haji 2021 berada di tangan pemerintah Arab Saudi. Meski demikian persiapan terus dilakukan Kemenag, termasuk permintaan pada Kementerian Kesehatan agar jemaah haji dapat prioritas vaksinasi COVID-19 jika ibadah haji diselenggarakan.

Permintaan tersebut telah disampaikan Menag Yaqut melalui surat ke Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Surat tertanggal 5 Januari 2021 itu terkait permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

"Dalam rangka menjamin dan memberikan perlindungan, kami telah bersurat ke Menkes, meminta agar jemaah haji tahun 1442 H/2021 M mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19," ujar Menag Yaqut di Jakarta, Selasa (19/01).

Menag menyampaikan ada sejumlah pertimbangan calon jemaah haji perlu mendapat prioritas vaksinasi. Pertama, jemaah calon haji tahun 2021 kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum dilakukan vaksinasi Covid-19.

Kedua, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina jemaah, sebelum dan setibanya di Arab Saudi. Ketiga, jika belum divaksin, maka jemaah harus melakukan PCR Swab saat karantina, sebelum dan setiba di Arab Saudi.

"Dan keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi, selama penerbangan dan selama di Arab Saudi, serta setibanya jemaah di Tanah Air," kata Menag Yaqut.

Bila kuota haji normal, vaksinasi perlu dilakukan kepada sekitar 257.540 orang. Jumlah ini terdiri atas 221.000 jemaah haji reguler dan jemaah haji khusus, 4.200 petugas kloter dan petugas non kloter, 3.400 petugas haji di seluruh provinsi, dan 18.000 pembimbing haji pada 6.000 KUA Kecamatan di seluruh Indonesia.

"Termasuk juga 10.940 panitia dan pembimbing manasik pada 547 Kab/Kota seluruh Indonesia," ujar Yaqut. Jika diselenggarakan, maka kelompok terbang pertama rencananya diberangkatkan pada 15 Juni 2021.

Terkait prioritas vaksinasi, Kemenag masih menunggu respon dari Menkes. Dan diharapkan vaksinasi kepada calon jemaah haji 2021 ini dapat dilakukan setelah ada kepastian dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan dan kuota haji 2021

(lus/pal)