Uji Calon Kapolri, Gerindra Akan Tanya Restorative Justice ke Komjen Sigit

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 14:18 WIB
Juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman (Rahel Narda C/detikcom)
Juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman (Rahel Narda C/detikcom)
Jakarta -

Calon Kapolri tunggal, Komjen Listyo Sigit Prabowo, akan menjalani fit and proper test atau uji kepatutan di Komisi III DPR RI besok. Gerindra akan bertanya ke Komjen Listyo Sigit Prabowo terkait restorative justice atau pendekatan yang menitikberatkan terciptanya kondisi keadilan.

"Kami akan mendalami konsep Pak Sigit soal restorative justice," ujar Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Habiburokhman menyinggung kasus Nenek Minah yang dihukum pidana karena mencuri kakao di Banyumas. Habiburokhman juga akan bertanya soal kasus pencemaran nama baik di media sosial ke Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Kasus seperti Nenek Minah seharusnya bisa dihindari dengan pendekatan restorative justice, begitu juga kasus pencemaran nama baik di media sosial," ujarnya.

Selain itu, Habiburokhman mendorong pendekatan persuasif dalam kasus-kasus yang bersifat politis.

"Kami juga akan mendorong pendekatan persuasif kasus-kasus bernuansa politis," imbuhnya.

Seperti diketahui, Komisi III DPR RI akan menggelar fit and proper test besok terhadap calon Kapolri tunggal Komjen Listyo Sigit Prabowo. Komisi III sudah mendapatkan masukan dari PPATK dan Kompolnas soal fit and proper test Komjen Sigit.

"Masukannya pertama masalah rekam jejak. Jadi kariernya dari nol sampai terakhir Kabareskrim bagaimana, ada nggak catatan-catatan yang negatif," kata Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto usai rapat dengan Komisi III, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1).

Prestasi yang dicapai Komjen Sigit juga disampaikan Kompolnas kepada Komisi III. Tak hanya soal itu, kelemahan Komjen Sigit, menurut Kompolnas, pun disampaikan ke Komisi III.

"Kemudian juga menyangkut masalah prestasinya, apa saja prestasinya dimiliki atau yang pernah dicapai, termasuk kelemahan-kelemahan apa. Itu semua sudah kita sampaikan, itulah yang akan digunakan sebagai bagan fit and proper test nanti," ujar Benny.

(rfs/imk)