Pasien COVID Depok Dikabarkan Wafat di Taksi, Komisi IX: Tambah Bed RS

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 06:25 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Komisi IX mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kabar pasien positif COVID-19 di Depok disebut meninggal di taksi online karena ditolak 10 rumah sakit (RS). Komisi IX meminta Kemenkes menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Memang kondisi sekarang Jabodetabek memang sudah 100 persen full. Ini yang jadi PR kita untuk itu Kementerian Kesehatan sudah mulai harus tambah bed baru, lalu yang sebelumnya tidak untuk COVID sekarang untuk COVID-19, kita berharap hal itu tidak terjadi lagi," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh saat dihubungi, Senin (18/1/2021).

Ia juga meminta kabar penolakan oleh rumah sakit itu harus dipastikan penyebabnya. Sebab, ia menyebut rumah sakit tidak boleh menolak jika ada pasien yang ingin berobat.

"Rumah sakit juga harus tahu betul menolak itu seperti apa? Kan di UU Kesehatan rumah sakit tidak boleh menolakkan, kalau menolak mereka dapat punishment. Tapi kita tak tahu menolaknya seperti apa," sebutnya.

Selain itu, ia meminta setiap dinas kesehatan daerah harus terbuka soal ketersediaan tempat tidur di setiap rumah sakit rujukan COVID. Hal itu dilakukan agar memudahkan masyarakat mencari rumah sakit.

"Dinas kesehatan daerah juga harus terbuka berapa bed yang masih ada, mana yang masih bisa masyarakat masuk, ini harus diinformasikan sehingga masyarakat tidak bingung cari rumah sakit," ucapnya.

Ia juga menyampaikan rasa prihatinnya atas kabar meninggalnya seorang pasien COVID-19 di taksi online itu. Ia berharap semua pihak bersama-sama mengatasi pandemi Corona ini.

"Ini adalah gerakan semua, Kementerian Kesehatan harus menyiapkan tambahan bed, juga tempat yang baru dan masyarakat juga harus protokol kesehatannya tetap dijaga karena sekarang sudah per harinya 13 ribu lebih," tutur perempuan yang akrab disapa Ninik ini.

Sebelumnya, pasien positif COVID-19 di Depok, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia di taksi online setelah ditolak di 10 rumah sakit. Terkait hal itu, Satgas COVID-19 Kota Depok meminta pihak LaporCovid-19 memberikan data-data terkait kejadian tersebut.

"Saya sudah coba komunikasi dengan pihak LaporCovid-19 terkait dengan informasi ini, karena informasi ini yang di media belum dijelaskan seperti apa kronologisnya dan kami sudah menyampaikan melalui contact person di LaporCovid-19 untuk menjelaskan kronologis kejadiannya, terjadinya di rumah sakit di mana saja dan pasiennya di mana. Karena kan ini kami baru dapat informasi sementara dari pihak Lapor COVID-19 bahwa ada di antaranya rumah sakit di Depok dan juga di Jakarta," jelas Juru Bicara Satgas COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana saat dihubungi detikcom, Senin (18/1).

(ibh/gbr)